Wisata Kuliner Magetan: Kulit Jeruk Bali Jadi Manisan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeruk bali. ANTARA/Dedhez Anggara

    Jeruk bali. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kulit jeruk Bali atau jeruk pamelo bisa diolah menjadi manisan. Adalah Wahyuti, warga Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang menyulap bagian dalam kulit jeruk Bali dan menjadikannya oleh-oleh khas Magetan.

    Wahyuti mengolah kulit jeruk Bali sejak 2015. Di rumahnya, kulit jeruk Bali melimpah karena daging buahnya digunakan sebagai pakan ternak.

    "Saya menjualnya dengan cara menitipkan ke toko-toko oleh-oleh," kata Wayuti seperti dikutip dari video Antaranews. Sejumlah pembeli manisan kulit jeruk Bali ini berasal dari Bali dan Jakarta. Wahyuti juga telah mengirimkan camilan khas itu ke Lampung dan Ambon.

    Baca juga:
    Guru Besar IPB: Pahit Kulit Jeruk Bantu Hadang COVID-19

    Oleh-oleh khas Magetan, Jawa Timur, yang terbuat dari kulit jeruk Bali atau jeruk Pamelo. Foto: Video Antaranews

    Proses pembuatan manisan jeruk Bali ini dimulai dengan mengupas bagian luar kulit jeruk yang berwarna hijau sampai bersih. Bagian kulit jeruk yang tebal dan berwarna putih kemudian dipotong dadu dan dicuci sampai bersih.

    Setelah itu kulit jeruk yang dipotong dadu tadi direndam air garam selama satu hari untuk menghilangkan rasa pahit. Kulit jeruk pamelo dicuci lagi lalu direbus sambil diberi bumbu manisan. Proses perebusan dilakuan dua kali. Seusai direbus kemudian ditiriskan dan dimasukkan ke dalam oven. Proses di oven ini memakan waktu sampai dua hari. Barulah kulit jeruk dilapisi gula.

    Barulah masuk tahap pengemasan dengan merek Manisan Kulit Jeruk "Swiwi". Satu bungkus manisan kulit jeruk Bali seberat 100 gram dibanderol Rp 15 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.