Alasan Menparekraf Sandiaga Uno akan Berkantor di Bali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Sandiaga Uno menunjukkan dokumen persyaratan kesehatan kepada petugas KKP Kelas I Denpasar saat tiba di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 27 Desember 2020. Dalam kunjungan tersebut, Menparekraf meninjau dan memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 bagi para wisatawan yang tiba di Pulau Dewata. ANTARA/Fikri Yusuf

    Menparekraf Sandiaga Uno menunjukkan dokumen persyaratan kesehatan kepada petugas KKP Kelas I Denpasar saat tiba di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 27 Desember 2020. Dalam kunjungan tersebut, Menparekraf meninjau dan memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 bagi para wisatawan yang tiba di Pulau Dewata. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan berkantor di Bali untuk memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

    "Dalam waktu dekat, Mas Menteri akan berkantor di Bali untuk memantau perkembangan pariwisata dari waktu ke waktu," kata Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, ll Kemenparekraf Vinsensius Jemadu dalam konferensi pers daring, Selasa, 26 Januari 2021.

    Menurut Vinsensius, Bali yang merupakan ibu kota pariwisata Indonesia perlu dipantau secara seksama. Sandiaga memutuskan untuk berkantor di sana agar bisa cepat mengambil keputusan terkait kebijakan pariwisata.

    Sandiaga sebelumnya menyampaikan sejumlah program kerja untuk membangkitkan keterpurukan pariwisata Indonesia akibat pandemi. "Pariwisata menjadi sektor paling terdampak wabah pandemi Covid-19, makanya kita harus gercep, geber dan gaspol, tak ada jalan lain selain ikut upaya penerapan CHSE atau K4 dalam setiap aspek wisata ekonomi parekraf," kata dia.

    Gercep adalah bergerak cepat, geber adalah bergerak bersama-sama untuk memanfaatkan semua potensi untuk membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata, sedangkan gaspol adalah menggarap semua potensi lapangan pekerjaan yang ada.

    Sejak diangkat Presiden Joko Widodo, Sandiaga Uno mendapat amanat khusus untuk fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Salah satu strategi yang dilakukan Sandiaga dalam melaksanakan tugasnya adalah dengan melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

    Baca juga: Gaet Grab, Sandiaga Siapkan Platform Wisata Digital di Destinasi Super Prioritas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.