Kementerian Kelautan Bikin 10 Kawasan Konservasi Perairan Jadi Destinasi Wisata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berenang bersama seekor Hiu Paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Ahad, 21 April 2019. Pengamat mencatat bahwa puncak musim kedatangan kelompok Hiu Paus ke perairan tersebut yaitu pada bulan Mei dan Juni. ANTARA

    Wisatawan berenang bersama seekor Hiu Paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Ahad, 21 April 2019. Pengamat mencatat bahwa puncak musim kedatangan kelompok Hiu Paus ke perairan tersebut yaitu pada bulan Mei dan Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan sepuluh Kawasan Konservasi Perairan Nasional atau KKPN sebagai destinasi wisata bahari.

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengembangan sepuluh kawasan konservasi perairan itu bisa menjadi opsi bagi Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia. "Kami juga mendorong desa wisata bahari atau Dewi Bahari," kata Sakti Wahyu Trenggono melalui keterangan tertulis, Sabtu 23 Januari 2021.

    Berikut sepuluh Kawasan Konservasi Perairan Nasional atau KKPN yang menjadi destinasi wisata bahari:

    1. Taman Wisata Perairan di Pulau Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan
    2. Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas
    3. Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang
    4. Taman Wisata Perairan Laut Banda
    5. Taman Wisata Perairan Kepulauan Padaido
    6. Taman Wisata Perairan Pulau Pieh
    7. Taman Wisata Perairan Laut Sawu
    8. Taman Wisata Perairan Suaka Alam Perairan Raja Ampat
    9. Taman Wisata Perairan Suaka Alam Perairan Waigeo sebelah Barat
    10. Taman Wisata Perairan Suaka Alam Perairan Aru bagian Tenggara

    Sakti Wahyu Trenggono memastikan akan memberi kemudahan izin lokasi, terutama kesesuaian ruang untuk wisata bahari. Beberapa atraksi menarik bagi wisatawan di taman wisata bahari antaara lain berenang bersama hiu paus, wisata kapal tenggelam, dan pembangunan coral garden untuk mempercantik bawah laut sekaligus rehabilitasi ekosistem.

    Mengenai program Desa Wisata Bahari atau Dewi Bahari, Trenggono menjelaskan kementeriannya akan menggerakkan masyarakat pesisir untuk melakukan kegiatan di sektor wisata, seperti jasa lingkungan, melindungi ekosistem laut, dan melestarikan kearifan lokal.

    Kementerian Kelautan dan Perikanan, Trenggono melanjutkan, juga menyiapkan Pedoman Wisata Bahari Spesifik yang terintegrasi dengan All In One Platform Pariwisata dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pedoman Wisata Bahari berisi rekomendasi destinasi wisata bahari, bagaimana cara menuju destinasi wisata bahari tersebut, apa saja persyaratannya, dan sebagainya.

    Trenggono mengatakan, salah satu aspek yang akan masuk dalam Pedoman Wisata Bahari itu adalah panduan protokol kesehatan. Tujuannya, wisatawan dapat menikmati susana dengan aman dan nyaman di suatu destinasi wisata, serta mencegah penyebaran Covid-19.

    Baca juga:
    Menteri Kelautan dan Perikanan Menunjukkan Potensi Wisata Bahari ke Sandiaga Uno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.