Sandiaga Uno Ungkap Fokus Pariwisata Saat Pandemi adalah Wisatawan Nusantara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno usai rapat di kantor Kemenenterian Perhubungan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno usai rapat di kantor Kemenenterian Perhubungan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkap ada revisi target bagi sektor pariwisata di tengah pandemi yang masih berlangsung. Salah satunya dengan fokus pada wisatawan nusantara.

    Persoalannya, kata Sandiaga, saat ini Indonesia tengah menutup perbatasannya hingga 28 Januari 2021. "Hal ini akan berdampak pada target-target yang pernah dicanangkan sebelumnya. Oleh karena itu, kita akan melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan memfokuskan pada wisatawan nusantara,” kata Sandiaga, Rabu, 13 Januari 2021.

    Ia juga menyebut bahwa ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang juga mengalami dampak dari pandemi yangnantinya. Kementeriannya akan memberikan fasilitas berupa pendampingan dan peningkatan kompetensi, baik dari sektor animasi, film, musik dan lainnya.

    Menurut Sandiaga, hal tersebut dilakukan supaya pelaku ekonomi kreatif mampu bertransformasi dan beradaptasi di tengah akselerasi digital. “Kita ingin betul-betul menyapa 17 subsektor ini. Kita tidak mau ada satu sektor pun yang tertinggal, karena konsepnya adalah no one left behind,” ujarnya.

    Sandiaga pun kembali mengajak semua pihak untuk bekerja sama dengan seluruh stakeholder dalam pengembangan sektor ekraf lewat 3G, yaitu gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama), dan gaspol (garap seluruh potensi untuk menyelamatkan lapangan kerja di sektor ini). “Dan tentunya kita juga akan menciptakan satu pendekatan terkait regulasi untuk memastikan sektor ini mendapat kemudahan dalam menjalankan usahanya,” ujarnya.

    Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya mengatakan pihaknya juga akan melakukan dynamic content sebagai salah satu strategi promosi Kemenparekraf yang menyesuaikan dengan kondisi Covid-19 terkini. “Misalnya, kalau melihat dari status Satgas Covid-19 suatu destinasi wisata masuk kategori zona hijau, maka kita bisa mempromosikan destinasi wisata tersebut, tapi jika destinasi tersebut zona merah, kita bisa mempromosikan produk UMKM-nya, kita akan mendorong masyarakat agar mengkonsumsi produk-produk kreatif lokal,” kata Nia.

    Sandiaga Uno pun kembali mengingatkan bahwa insan pariwisata perlu ikut berperan dalam menekan angka penularan Covid-19 dengan mematuhi prinsip CHSE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H