Jumlah Wisatawan ke Sleman Yogyakarta Jeblok dalam Dua Hari PPKM

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berfoto dengan latar belakang matahari terbenam di Wisata Tebing Breksi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 22 November 2020. Menikmati libur akhir pekan pengunjung dari berbagai daerah menikmati pemandangan sudut kota di atas Tebing Breksi sembari berburu matahari terbenam. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pengunjung berfoto dengan latar belakang matahari terbenam di Wisata Tebing Breksi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 22 November 2020. Menikmati libur akhir pekan pengunjung dari berbagai daerah menikmati pemandangan sudut kota di atas Tebing Breksi sembari berburu matahari terbenam. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Yogyakarta -  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu daerah yang merasakan imbas kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19 selama dua pekan, 11 - 25 Januari 2021, ialah Kabupaten Sleman.

    Kabupaten Sleman memiliki berbagai destinasi wisata, seperti desa wisata, wisata alam, candi, dan pusat kampus, serta surga hotel berbintang. Kabupaten Sleman menjadi wilayah yang paling banyak mendulang wisatawan ke DI Yogyakarta.

    "Hari kedua pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat berdampak signifikan pada kunjungan di sejumlah destinasi wisata," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suci Iriani Sinuraya pada Selasa 12 Januari 2021. Pemerintah DI Yogyakarta menggunakan istilah Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat atau PTKM yang intinya sama seperti PPKM Jawa Bali yang ditetapkan pemerintah.

    Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sleman, selama dua hari ini rata-rata hanya dikunjungi seperlima sampai seperempat dari jumlah wisatawan di hari-hari sebelumnya. Di destinasi wisata Tebing Breksi selama awal Januari ini, sebelum PPKM berlaku, rata-rata kunjungan sekitar 500 orang per hari. Namun selama dua hari PPKM berjalan, yakni pada Senin dan Selasa 11 - 12 Januari 2021, sampai pukul 15.00 WIB kunjungan tak lebih 150 orang.

    Rumah Nyai Ontosoroh dan Annelies di Kampung Gamplong, studio alam lokasi syuting Bumi Manusia. Foto: @hanungbramantyo

    Demikian juga dengan destinasi wisata Studio Alam Gamplong. Sebelum PPKM, rata-rata kunjungan lebih dari 500 orang per hari selama pekan pertama Januari 2021. Tapi selama dua hari PPKM ini jumlah pengunjungnya hanya 182 orang.

    Destinasi wisata alam lainnya, seperti kawasan Kaliurang juga sangat sepi pengunjung selama masa PPKM. Dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjungnya tidak lebih dari 175 orang per hari. Padahal kawasan Kaliurang menjadi tempat favorit wisatawan yang ingin merasakan suasana sejuk dengan latar Gunung Merapi dan hutannya.

    Untuk kunjungan di destinasi wisata Watu Purbo yang rata-rata dikunjungi 400 orang per hari pada awal tahun ini, lebih parah anjloknya saat PPKM. Jumlah pengunjung tak sampai 50 orangper hari. Suci Iriani menambahkan, kebijakan PPKM juga membuat pengelola destinasi wisata mengubah waktu operasional.

    Selama PPKM, Museum Gunung Merapi hanya menerima kunjungan pada hari Selasa sampai Jumat. Beberapa destinasi wisata lainnya, seperti Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Taman Pelangi Monjali memutuskan tutup sementara selama dua pekan.

    Kawasan Kaliurang masih bisa dikunjungi wisatawan karena berada di jarak aman Gunung Merapi. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menerbitkan surat edaran pada 8 Januari 2021 yang mengatur lebih detail tentang pelaksanaan PPKM. Di dalamnya tercantum ketentuan waktu buka dan tutup layanan wisata, destinasi wisata, dan kuliner. Mereka hanya boleh buka sampai pukul 19.00 WIB.

    Kapasitas makan di tempat kuliner hanya 25 persen dari daya tampung. Sedangkan tempat wisata alam maksimal 50 perse dari kapasitas total dan dilarang mengadakan acara atau kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, Biwara Yuswantana mengatakan selama masa PPKM, ada beberapa wilayah di DI Yogyakarta yang mengaktifkan lagi portal untuk membatasi pergerakan orang di wilayah masing-masing. Biwara tak mempermasalahkan upaya penduduk di dusun, RT, dan RW, itu demi kepentingan membantu pengawasan terhadap akses dan mobilitas masyarakat yang masuk keluar wilayahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.