PPKM Mulai Berlaku, Ketahui Aturan Bagi Pelaku Perjalanan ke Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menangkap warga yang tidak mengenakan masker, saat razia PSBB di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/Amston Probel

    Petugas menangkap warga yang tidak mengenakan masker, saat razia PSBB di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dalam Penanganan Covid-19 sesuai arahan pemerintah pusat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluarkan Surat Edaran bagi bupati/wali kota, TNI/Polri, pelaku usaha, pelaku perjalanan dan masyarakat Jabar.

    "Terdapat sepuluh poin dalam surat edaran tersebut. Poin pertama, semua pihak diharapkan untuk meningkatkan ketertiban dan kedisiplinan dengan tanggung jawab penuh menaati ketentuan-ketentuan soal penanganan Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan," kata Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad di Bandung, Ahad, 10 Januari 2021.

    Daud menuturkan dalam surat edaran tersebut, pembatasan kegiatan masyarakat ditetapkan sesuai level kewaspadaan masing-masing daerah. Pembatasan kegiatan meliputi pengaturan kegiatan di tempat kerja dengan menerapkan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO).

    Selain itu, kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan secara daring. Untuk sektor esensial yang berkaitan kebutuhan pokok masyarakat dapat tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan dengan ketat. Begitu juga kegiatan konstruksi.

    "Kegiatan dan jam operasional untuk restoran, rumah, makan, pusat perbelanjaan, dan usaha sejenis. Kegiatan ibadah di tempat ibadah diizinkan dengan pengaturan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," kata Daud.

    Aturan lainnya adalah semua kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dibatasi dengan ketat, termasuk kapasitas dan jam operasional transportasi umum.

    Menurut Daud, penerapan protokol kesehatan harus disertai dengan peningkatan tracking, tracing dan treatment. Selain itu, fasilitas kesehatan, kapasitas tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU) maupun tempat isolasi, harus diperkuat.

    "Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara dan penanggungjawab fasilitas umum yang melaksanakan kegiatan wajib melaksanakan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, membatasi interaksi fisik dan menjaga jarak, sampai menghindari kerumunan," kata Daud.

    Ia pun mengingatkan bahwa pihak yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan Peraturan Gubernur Jabar Nomor 60 Tahun 2020.

    Daud menuturkan pelaku perjalanan yang akan memasuki wilayah Jabar harus memenuhi berbagai ketentuan. Pertama, bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing dan patuh terhadap regulasi yang berlaku.

    Mereka pun harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab dengan metode PCR ataupun rapid test antigen. Surat tersebut harus dikeluarkan paling lama tiga hari sebelum keberangkatan menuju Jabar. "Selama berada di Jabar wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji usap PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku," kata Daud.

    PPKM Jawa Bali mulai berlaku pada 11 hingga 25 Januari mendatang. Kebijakan ini diambil untuk mengendalikan penularan Covid-19 yang terus melonjak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seandainya Vaksin Covid-19 Tidak Gratis, Ini Kisaran Harga 6 Produsen

    Jika vaksinasi tidak gratis, berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk melakukan vaksinasi?