13 Wisatawan yang Libur Tahun Baru di Puncak Bogor Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan melakukan pengcekan hasil rapid test antigen pengendara yang akan menuju Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Desember 2020. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan yang akan memasuki kawasan puncak untuk menunjukkan hasil negatif rapid test antigen sebagai antisipasi penularan Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Bagi wisatawan yang tak bisa menunjukkan diharuskan menjalani rapid test antigen di posko yang telah disediakan atau memutar balikkan kendaraannya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas gabungan melakukan pengcekan hasil rapid test antigen pengendara yang akan menuju Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Desember 2020. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan yang akan memasuki kawasan puncak untuk menunjukkan hasil negatif rapid test antigen sebagai antisipasi penularan Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Bagi wisatawan yang tak bisa menunjukkan diharuskan menjalani rapid test antigen di posko yang telah disediakan atau memutar balikkan kendaraannya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapati 13 wisatawan yang positif Covid-19 selama libur tahun baru 2021. Sebanyak 13 wisatawan itu diketahui positif Covid-19 setelah menjalani rapid test antigen di dua posko tes Covid-19 di kawasan Puncak.

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kusnadi mengatakan selama libur tahun baru 2021 tercatat sebanyak 576 wisatawan di Puncak yang menjalani rapid test antigen. "Periode rapid test antigen berlangsung sejak 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021," kata Kusnadi di Bogor, Minggu 3 Januari 2021.

    Satgas Covid-19 mendirikan dua posko pengawasan dan pemeriksaan rapid test antigen untuk wisatawan di Puncak selama libur tahun baru 2021. Dua posko itu berdiri di Simpang Gadog dan Rindu Alam selama empat hari.

    Kusnadi merinci, pada 31 Desember 2020 petugas memeriksa 234 wisatawan dan tujuh di antaranya positif Covid-19. Pada hari itu, di Posko Simpang Gadog ada 167 wisatawan yang menjalani rapid test antigen dan enam orang di antaranya positif Covid-19. Sementara petugas di Posko Rindu Alam melakukan rapid test antigen kepada 67 wisatawan dengan satu orang positif Covid-19.

    Petugas kesehatan mengambil sampel usap rapid test antigen wisatawan yang akan menuju ke Puncak di halaman Masjid Harakatul Jannah, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Desember 2020. Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen saat akan berwisata ke Puncak diarahkan untuk mengikuti rapid test antigen di check point Posko Covid -19 yang sudah disediakan di halaman parkir Masjid Harakatul Jannah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pada hari kedua, Jumat 1 Januari 2021, sebanyak 108 wisatawan menjalani rapid test antigen di dua posko tersebut. Hasilnya, tiada satupun yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian di hari ketiga, Sabtu 2 Januari 2021, petugas memeriksa 123 wisatawan, dan lima di antaranya positif Covid-19.

    Terakhir pada Minggu, 3 Januari 2021, sebanyak 106 wisatawan menjalani rapid test antigen, dan satu orang terkonfirmasi positif Covid-19. Petugas meminta identitas wisatawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dilarang melanjutkan perjalanan dan diminta putar balik.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan sebagian besar wisatawan yang positif Covid-19 berasal dari Jakarta. "Ada juga yang dari Cianjur dan Tangerang," kata dia.

    Hingga Minggu, 3 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 5.419 kasus Covid-19 di wilayah itu. Rinciannya, 4.594 sembuh, 73 meninggal dunia, dan 746 kasus berstatus aktif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.