Tahun Baru Sepi di Senggigi Lombok: Tanpa Kembang Api, Hanya Makan Malam

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Pantai Senggigi di depan Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Suasana di Pantai Senggigi di depan Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort. TEMPO/Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan malam Tahun Baru 2021 di kawasan wisata Senggigi Kabupaten Lombok Barat tampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tak ada kemeriahan konser musik, pesta kembang api atau hiruk pikuk suara terompet yang saling bersahutan untuk merayakan pergantian tahun.

    Namun sejumlah hotel besar hanya menggelar kegiatan gala dinner khusus bagi tamu yang menginap. Itu pun dibatasi sampai pukul 21.00 WITA saja.

    Seluruh pengelola hotel, restoran dan tempat hiburan di kawasan Senggigi terlihat sangat patuh kepada aturan pemerintah. Walaupun dirasakan berbeda, malam pergantian tahun baru dijalani dengan tertib protokol kesehatan dan tanpa gelaran kemeriahan kembang api, petasan dan sebagainya.

    General Manager The Jayakarta Lombok Beach Resort and Spa Cherry Abdul Hakim mengatakan pengelola hotel di Lombok Barat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak merayakan pergantian tahun. ''Jadi kebetulan ini adalah tamu-tamu hotel yang menginap dan kita mengadakan acara makan malam,'' ujarnya, Jumat, 1 Januari 2021.

    Cherry menyebutkan pihaknya tidak melayani tamu dari luar, melainkan khusus tamu hotel yang menginap saja. Kapasitas yang disediakan pun hanya untuk 100 orang saja. Dari 171 kamar yang dimiliki, tidak semuanya dioperasikan. Langkah itu untuk membatasi jumlah penghuni agar tidak terjadi keramaian.

    Penerapan protokol kesehatan dikatakannya sudah diterapkan dengan sangat ketat dimulai pada saat tamu hingga menikmati hidangan. Dari tamu mulai masuk, sudah disiapkan hand sanitizer dan mereka harus menjaga jarak serta memakai masker. Kemudian di dalam area pada saat mengambil makanan mereka kita haruskan memakai sarung tangan plastik yang disiapkan, "Jadi peralatan makan itu tidak terkontaminasi dengan tangan tamu-tamu yang lain," kata Cherry.

    Sama seperti The Jayakarta Lombok, Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort, Aruna Senggigi Resort, Puri Saron dan beberapa hotel lainnya juga menerapkan hal yang sama. Pihak hotel menggelar gala dinner yang hanya dikhususkan bagi tamu yang menginap. Segala hal sudah disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

    General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort Tizar Mirza mengatakan pihaknya mengadakan dinner di dua restoran yang berakhir pada pukul 22.00 WITA. Sebelumnya ia juga sudah menyampaikan kepada para tamu secara tertulis di setiap kamar untuk tidak melakukan selebrasi pergantian tahun baru. Untuk malam tahun baru ini, jumlah okupansi di Sheraton mencapai 80 persen.

    Di Aruna Senggigi, General Manager Aruna Senggigi Weny Kristanti mengatakan kegiatan makan malam bertema "maskerid" digelar hingga pukul 22.00. Dari 100 persen okupansi di malam tahun baru, Aruna membatasi tamu yang dapat mengikuti gala dinner hanya untuk 100 paket saja. Dari 100 paket itu terbagi menjadi dua tempat dengan pengaturan di meja maksimal untuk lima orang saja.

    "Mengangkat tema dengan maskerid karena memang dengan kondisi seperti sekarang kita semua wajib menggunakan masker. Harapannya ke depan pariwisata di Lombok Barat semakin maju dan semakin meningkat dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan," kata Weny.

    Sesuai dengan Maklumat Kapolri, surat edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan surat edaran Bupati Lombok Barat, seluruh pelaku usaha diimbau tidak menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerumunan masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19 selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021.

    Pintu masuk menuju Senggigi dan di beberapa titik dijaga ketat oleh pihak Kepolisian Resor Lombok Barat bersama TNI, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Lombok Barat. Pemantauan di lokasi seperti hotel, restoran, tempat hiburan dan lainnya juga dilakukan kepolisian dan jajaran Dinas Pariwisata Lombok Barat.

    Dinas Pariwisata Lombok Barat melakukan pemantauan di kawasan Senggigi dan di beberapa kawasan lainnya supaya mereka patuh dengan arahan maklumat Kapolri, surat edaran Bupati, surat edaran Gubernur untuk tidak memberikan aktivitas khusus di perayaan tahun baru ini. ''Dan Alhamdulillah ini ditaati oleh banyak pihak pelaku wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saepul Akhkam.

    Saepul  mengatakan situasi kawasan wisata Senggigi pada malam Tahun Baru 2021 aman dan terkendali. Hampir seluruh tempat hiburan yang ada di sepanjang jalan raya Senggigi tampak tutup. Tempat hiburan yang buka dapat dihitung jari. Jam operasionalnya juga hingga pukul 21.00 WITA saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.