Bekas Bioskop Era Kolonial di Bandung Jadi Destinasi Wisata Seni Budaya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung bekas Bioskop Dian di Jalan Dalem Kaum Nomor 58 Kota Bandung, Jawa Barat. TEMPO | Prima Mulia

    Gedung bekas Bioskop Dian di Jalan Dalem Kaum Nomor 58 Kota Bandung, Jawa Barat. TEMPO | Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gedung bekas Bioskop Dian dekat alun-alun akan dirombak menjadi destinasi wisata dan kegiatan seni budaya di pusat Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan berdiri pada era kolonial 1930 itu kini dikelola PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) milik pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Aktivasinya dimulai dari gelaran pameran lukisan karya seniman Tisna Sanjaya yang berlangsung 20 Desember 2020 hingga 28 Januari 2021. Direktur Utama Jaswita Jawa Barat, Deni Nurdyana Hadimin mengatakan pameran seni rupa itu merupakan inisiatif dan upaya dari seniman untuk ikut menjaga dan melestarikan bangunan cagar budaya.

    "Selama ini gedung tersebut tidak termanfaatkan dengan baik karena berbagai faktor," katanya lewat keterangan tertulis, Sabtu 19 Desember 2020. Rencananya, Jaswita Jawa Barat akan memperbaiki kondisi gedung yang hancur bagian dalam. Dana renovasi dan pengembangan tempat untuk destinasi wisata seni dan budaya ini telah diajukan pada anggaran 2021.

    Perusahaan daerah itu bakal melibatkan seniman untuk turut mengelola aktivitas dan agenda seni budaya di sana. Gedung Bioskop Dian yang dulu bernama Radio City itu terletak di Jalan Dalem Kaum Nomor 58, Kota Bandung. Lokasinya berdampingan dengan pagar depan kompleks pendopo atau rumah dinas wali kota Bandung, di sebelah selatan alun-alun. Bangunan cagar budaya itu dilindungi oleh Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009.

    Seniman dan budayawan, Tisna Sanjaya mengatakan pameran lukisannya di gedung Bioskop Dian bertujuan menggerakkan kondisi gedung dan lingkungan sekitarnya berubah menjadi lebih baik. Sejumlah seniman sedang menyusun program atau aktivitas berikutnya setelah pameran lukisannya usai.

    Tisna Sanjaya punya pengalaman pribadi tentang gedung Bioskop Dian. Semasa kecil hingga remaja, dia menonton film India, kungfu Cina, dan Indonesia, di sana. Orang tua yang pertama kali mengajak nonton film di bioskop bersama keluarga. "Makna indah tidak akan pupus karena berkesan," kata dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB itu.

    Namun kesan seperti itu, menurut Tisna, tidak sampai ke generasi sekarang karena bangunan tersebut tidak banyak dijaga orang. Sejak 1990-an, pamor bioskop meredup, konon karena kalah bersaing dengan bioskop-bioskop baru. Selain Bioskop Dian, bioskop lain dari era kolonial yang menjadi cagar budaya di Kota Bandung adalah Gedung Majestic di Jalan Braga Pendek dan Gedung Panti Karya di Jalan Merdeka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.