Waspadai Cuaca Ekstrem, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jasa perahu keliling Situ Gunung di Kaki Gunung Gede-Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, 2 Mei 2015. TEMPO/Frannoto

    Jasa perahu keliling Situ Gunung di Kaki Gunung Gede-Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, 2 Mei 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta Kondisi cuaca ekstrem membuat Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat memutuskan untuk menutup jalur pendakian hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

    Humas TNGGP Cianjur Poppy Oktadiani mengatakan penutupan dilakukan terhitung hari ini, Rabu, 9 Desember 2020. "Ini sebagai upaya menghindari hal yang tidak diinginkan menimpa pendaki karena cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa hari terakhir," kata dia.

    Menurut Poppy, tingginya curah hujan disertai angin kencang berpotensi menyebabkan sejumlah pohon berbagai ukuran di sepanjang jalur pendakian tumbang sehingga dapat membahayakan keselamatan pendaki. Sebab, banyak pohon besar berusia tua yang setiap saat dapat saja tumbang.

    Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penutupan akan dilakukan, namun akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan cuaca ekstrem sudah berakhir."Kalau cuaca ekstrem sudah berakhir dan kondisi sudah memungkinkan, baru pendakian akan dibuka kembali seperti biasa. Untuk saat ini, kami masih berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait lainnya," kata Poppy.

    Penutupan itu sempat membuat kecewa pendaki yang telah tiba. Seperti Fauzi, pendaki dari Cianjur.

    "Rencana hari ini mau daftar, sabtu sudah naik melalui Jalur Putri, tapi keburu ditutup. Terpaksa ditunda sampai kembali dibuka," kata Fauzi. Ia dan rombongan pun kembali pulang dan tak jadi mendaki salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.