Google Doodle Tampilkan Noken Papua, Tas Tradisional yang Diakui UNESCO

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Noken, oleh-oleh khas Tambrauw, Papua Barat di Kampung Emaus. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Noken, oleh-oleh khas Tambrauw, Papua Barat di Kampung Emaus. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Google Doodle menampilkan noken Papua di halaman utama hari ini, Jumat 4 Desember 2020. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa atau UNESCO mengakui noken Papua sebagai warisan dunia pada 4 Desember 2012.

    Noken adalah tas tradisional Papua yang terbuat dari serat kulit kayu dan bahan alami lainnya. Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan ukuran menentukan fungsi noken. Noken berukuran besar digunakan untuk membawa hasil kebun, menggendong bayi, atau membawa anak babi. Noken berukuran sedang untuk membawa buku, dan noken yang imut-imut bisa untuk menyimpan ponsel.

    Google Doodle tentang Noken Papua. Foto: Google

    Noken dipakai dengan mengaitkan tali noken pada kepala atau diselempangkan di badan. Terdapat banyak jenis noken di Papua. Masing-masing suku memiliki ciri khas tersendiri dengan nama sesuai bahasa daerah masing-masing. "Anak-anak perempuan Suku Dani misalkan, biasanya akan membantu mama mereka merajut noken sepulang sekolah," kata Hari Suroto kepada Tempo, Jumat 4 Desember 2020.

    Penggagas noken sebagai warisan budaya UNESCO, Titus Pekey bersama peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto. Dokuman Pribadi

    Bagi mama-mama Papua, noken merupakan alat angkut utama dan menjadi bagian penting dari setiap aktivitas sehari-hari. Mereka menggunakan noken untuk membawa ubi jalar, pinang, keladi, singkong, sayur, pisang serta hasil kebun lainnya. Noken juga digunakan untuk membawa anak babi, anak anjing, kayu bakar, dan bayi.

    Mama-mama di Papua menjajakan noken. Noken kini menjadi suvenir yang digemari wisatawan. Tas tradisional ini dipakai secara luas di Papua, Papua Barat, bahkan hingga Papua Nugini. Dok. Hari Suroto

    Jika sedang melancong ke Raja Ampat, wisatawan sebaiknya mampir ke Pulau Arborek di Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Hari Suroto yang juga dosen arkeologi Universitas Cenderawasih mengatakan, penduduk Pulau Arborek memiliki keterampilan menganyam yang baik dan menghasilkan berbagai kerajinan tanggan, salah satunya noken.

    Wisatawan dapat membeli noken di sejumlah pasar atau tempat wisata di Papua. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan bahan pembuatnya. Noken ukuran sedang umumnya dibanderol mulai Rp 300 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.