Gerai Kuliner di Bali dan Labuan Bajo Dirombak, Jadi Gerobak dan Warung Kekinian

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berswafoto ketika tiba di terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 28 Oktober 2020. Meski masih dalam masa pandemi COVID-19, kedatangan wisatawan domestik di Bali melalui bandara diprediksi akan meningkat hingga 10 persen dari rata-rata penumpang harian. Johannes P. Christo

    Penumpang berswafoto ketika tiba di terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 28 Oktober 2020. Meski masih dalam masa pandemi COVID-19, kedatangan wisatawan domestik di Bali melalui bandara diprediksi akan meningkat hingga 10 persen dari rata-rata penumpang harian. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan merombak sejumlah gerai kuliner di Bali dan Labuan Bajo sehingga lebih menarik dan nyaman untuk wisatawan. Direktur Industri Kreatif Mode, Desain, Kuliner, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Erwita Dianti mengatakan revitalisasi gerai kuliner itu berjalan melalui program Bedah Gerai Kuliner atau Bergerak.

    "Program ini menerjemhkan arahan Presiden Joko Widodo agar kebijakan dan program pemerintah langsung menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Erwita Dianti, Rabu 2 Desember 2020. Program Bergerak resmi diluncurkan di Labuan Square, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 3 Desember 2020.

    Dengan program pemerintah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, menurut Erwita Dianti, maka pemerintah telah mengantarkan atau 'delivered', bukan sekadar mengirimkan atau 'sent' program. Di Bali, pemerintah akan menyulap gerai kuliner yang masuk program Bergerak menjadi bentuk gerobak, sementara di Labuan Bajo dalam wujud warung atau kedai.

    Beberapa unsur gerai kuliner yang dibangun dalam program ini antara lain desain grafis gerai, desain interior, fungsi etalase, fungsi kesehatan termasuk sanitasi, tata pencahayaan, serta peralatan masak dan peralatan makan. "Pemerintah membantu pengusaha kuliner supaya punya gerai dengan desain yang lebih menarik, berkarakter dan profesional, sehingga menarik perhatian konsumen," kata Erwita Diaanti.

    ADVERTISEMENT

    Rangkaian program Bergerak telah berlangsung sejak Agustus 2020 dengan pendaftaran peserta yang merupakan pemilik gerai kuliner di Bali dan Labuan Bajo. Setelah itu, tim teknis akan mensurvei kondisi dan kebutuhan revitalisasi yang dibutuhkan serta estimasi biayanya. Dilanjutkan dengan pembuatan prototipe gerobak dan proses revitalisasi-konstruksi gerai pada akhir Oktober sampai awal Desember 2020.

    Di Bali, terdapat 15 pengusaha kuliner yang menjadi prototipe program tersebut. Adapun di Labuan Bajo sebanyak 16 gerai kuliner. Pengusaha kuliner ini menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman lokal.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?