Cerita Turis Amerika Kembalikan Artefak Romawi Kuno yang Dicuri Lewat Pos

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana situs bersejarah reruntuhan Kota Yunani dan Romawi kuno di Kirine, Libya, 20 Oktober 2018. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Suasana situs bersejarah reruntuhan Kota Yunani dan Romawi kuno di Kirine, Libya, 20 Oktober 2018. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    TEMPO.CO, Jakarta - Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi, termasuk hal-hal terkait "cinderamata" perjalanan. Menurut Insider, The National Roman Museum menerima paket unik dari seorang turis Amerika Serikat.

    Di dalam paket itu ada batu dan sebuah surat yang ditulis menggunakan pena. Isi surat itu menyatakan penyesalan pengirim karena telah mengambil barang kecil itu.

    Batu itu bukanlah batu biasa. Itu sebenarnya adalah sepotong marmer dari reruntuhan Romawi kuno.

    Turis tersebut, seseorang yang diketahui dari Atlanta, menulis, “Maafkan saya karena saya orang Amerika yang begitu bodoh. Saya mengambil sesuatu yang bukan milik saya," bunyi salah satu kalimat dalam surat itu.

    ADVERTISEMENT

    Pengirim juga mengatakan ia merasa malu karena juga menulis di atas baru marmer itu. "Saya menghabiskan waktu berjam-jam mencoba menghapus tulisan itu, tetapi tidak berhasil," katanya. Tulisan di batu bertuliskan "Untuk Sam. Salam Cinta, Jess. Roma, 2017".

    Direktur museum, Stéphane Verger, mengatakan kepada outlet berita Italia Il Messagero bahwa tindakan permintaan maaf itu mungkin dipicu oleh pandemi Covid-19. "Ini adalah gerakan spontan, tapi buah dari refleksi sadar,” kata Verger. “Mungkin terkurung oleh pandemi virus corona membuatnya sedikit merenung dan menyadarkan hati nuraninya.

    Verger juga menambahkan bahwa tindakan itu mungkin juga terinspirasi oleh contoh serupa yang melibatkan dua turis Kanada. Dua turis yang diketahui mencuri artefak dari reruntuhan Pompeii itu mengaku mengalami banyak nasib buruk dalam keluarga mereka sehingga akhirnya mengembalikan artefak itu.

    Verger menduga mungkin turis Amerika itu mengembalikan potongan marmer ke museum sebagai cara untuk menghindari nasib yang sama. Atau, mungkin mereka baru saja tumbuh sebagai pribadi dan ingin melakukan hal yang benar. Kutukan atau bukan kutukan, benda itu memang seharusnya kembali ke tempat yang semestinya dan orang itu belajar dari kesalahannya.

    TRAVEL AND LEISURE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?