Libur Panjang Oktober 2020 Sebabkan Kasus Covid-19 di Indramayu Naik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan menikmati suasana pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Ahad, 28 Juni 2020.  Mayoritas pengunjung yang memadati objek wisata tersebut masih mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah. ANTARA/Dedhez Anggara

    Sejumlah wisatawan menikmati suasana pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Ahad, 28 Juni 2020. Mayoritas pengunjung yang memadati objek wisata tersebut masih mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, JakartaSatuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat ada peningkatan kasus Covid-19 setelah libur panjang akhir Oktober lalu.

    Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara mengatakan jumlah kasus Covid-19 pada 27 Oktober 2020, sebelum libur panjang tercatat 310 kasus. Selama masa libur panjang dari 28 Oktober sampai 4 November 2020, penambahan kasus COVID-19 masih di bawah 10 per hari di Kabupaten Indramayu.

    "Akan tetapi setelah libur panjang peningkatan pasien Covid-19 cukup signifikan," kata Deden, Ahad, 22 November 2020.

    Pada Sabtu, 21 November lalu, kasus positif Covid-19 di Indramayu bertambah 41 dan itu merupakan penambahan kasus paling banyak selama pandemi.

    Secara kumulatif, ada 575 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dengan rincian 278 orang masih menjalani isolasi, 265 orang sudah sembuh dan 32 orang meninggal. "Libur panjang kemarin juga menyumbang peningkatan pasien Covid-19," kata Deden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.