Jumlah Wisatawan Turun, Indonesia dan Vietnam Negosiasikan Koridor Perjalanan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Bandara Noi Bai, Hanoi, Vietnam, saat bandara di hack, pada 29 Juli 2016. AP

    Suasana di Bandara Noi Bai, Hanoi, Vietnam, saat bandara di hack, pada 29 Juli 2016. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Vietnam dan Indonesia melakukan negosiasi tentang pengaturan koridor perjalanan untuk mendorong kegiatan ekonomi selama pandemi Covid-19.

    “Selangkah demi selangkah, kita menegosiasikan koridor perjalanan bilateral,” kata Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang dalam diskusi virtual, Rabu, 18 November 2020.

    Selain koridor perjalanan bilateral, Quang menyambut baik kesepakatan penyusunan koridor perjalanan (TCA) oleh 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang dideklarasikan pada konferensi tingkat tinggi blok tersebut pekan lalu. “Kerangka koridor perjalanan ASEAN akan menciptakan peluang bagi pelaku bisnis dan investor dalam konteks Covid-19,”ujarnya.

    Menurut Quang, pemerintah Vietnam akan terus mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata guna membantu pemulihan ekonomi kedua negara yang terdampak pandemi global tersebut.

    Sejalan dengan pemerintah Vietnam, Duta Besar RI Ibnu Hadi menggarisbawahi pentingnya dimulainya kembali penerbangan internasional dan pengaturan koridor perjalanan antara kedua negara. Sebab, pandemi telah menyebabkan penurunan drastis pada jumlah kunjungan wisatawan serta nilai perdagangan antara kedua negara.

    Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan antara Indonesia dan Vietnam pada periode Januari-September 2020 turun 13,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, Indonesia mencatat kenaikan surplus perdagangan sebesar 29,88 persen dari US$ 867,5 juta menjadi US$ 1,1 miliar. Ekspor Indonesia ke Vietnam juga menurun 8,73 persen menjadi US$ 3,3 miliar pada periode yang sama.

    Negosiasi koridor perjalanan yang dilakukan kedua negara mendapat dukungan dari pelaku usaha penerbangan, salah satunya Vietnam Airlines.

    Sebagai perwakilan dari kalangan bisnis, maskapai tersebut mengikuti kebijakan kedua negara yang berkaitan dengan pandemi, termasuk larangan kunjungan wisata bagi pelancong dari luar negeri. “Tetapi kedua negara sedang membicarakan koridor perjalanan untuk (kegiatan) bisnis, kami berharap kedua negara bisa membuka koridor perjalanan secepatnya,” kata General Manager Vietnam Airlines untuk Indonesia Nguyen Minh Toan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.