Museum Tumurun akan Kembali Dibuka, Perhatikan Aturan Baru untuk Pengunjung

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seni patung karya Wedhar Riyadi berjudul 'Floating Eyes' menjadi koleksi ikonik di Museum Tumurun Solo. Karya tersebut pernah menghias halaman Jogja National Museum saat penyelenggaraan Art Jog di 2017. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Seni patung karya Wedhar Riyadi berjudul 'Floating Eyes' menjadi koleksi ikonik di Museum Tumurun Solo. Karya tersebut pernah menghias halaman Jogja National Museum saat penyelenggaraan Art Jog di 2017. TEMPO | Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Museum Tumurun akan kembali menerima kunjungan wisatawan setelah tutup selama berbulan-bulan. Namun pengelola akan membatasi jumlah pengunjung agar protokol kesehatan bisa diterapkan secara maksimal.

    Museum yang menyimpan benda-benda seni koleksi pemilik PT Sritex itu libur menerima pengunjung selama beberapa bulan sejak awal pandemi. "Jumat pekan ini sudah akan kembali kami buka," kata pemilik museum, Iwan Kurniawan Lukminto, Rabu, 18 November 2020.

    Menurut Wawan, sapaan akrab Iwan, pihaknya telah menata ulang museum tersebut sehingga ada penyegaran. "Ada beberapa koleksi baru juga," kata dia. Namun dia tidak merinci ragam koleksi baru yang akan dipajang di museum tersebut.

    Pengelola juga akan membatasi jumlah pengunjung agar protokol kesehatan bisa diterapkan dengan baik. "Maksimal 60 pengunjung tiap hari," kata Wawan. Sebelum pandemi, pengelola biasa melayani sekitar 120 pengunjung setiap hari.

    Adapun calon pengunjung harus mendaftar secara online di laman resmi milik museum. Pengunjung bisa menikmati koleksi museum itu dengan gratis. Bukan hanya lukisan, terdapat seni instalasi hingga fotografi yang menjadi koleksi museum yang terletak di dekat Stadion Sriwedari itu.

    Seni patung karya Wedhar Riyadi berjudul 'Floating Eyes', misalnya, akan langsung menarik perhatian pengunjung saat memasuki museum itu. Patung itu berbentuk bulatan bola mata yang bertumpuk-tumpuk hingga tujuh meter. Sebelum dikoleksi di Museum Tumurun, karya itu pernah menghias halaman Jogja National Museum saat penyelenggaraan Art Jog di 2017.

    Pengunjung menikmati salah satu karya lukisan di Museum Tumurun Solo. Museum tersebut menyimpan berbagai karya seni karya old maestro maupun seniman kontemporer. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Lukisan dari sejumlah perupa juga menghias di ruang tersebut. Beberapa diantaranya adalah karya Eddy Susanto, Heri Dono, Entang Wiharso, Eko Nugroho serta sederet seniman lainnya.

    Bukan hanya seni rupa, tiga mobil tua yang menjadi koleksi museum juga akan membuat pengunjung berdecak kagum. Sebuah mobil sedan besutan Mercedes Benz keluaran 1972 masih sangat mengkilap seperti layaknya mobil baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.