Ridwan Kamil Promosi Daya Tarik Destinasi Wisata di Ciater Subang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan apa saja daya tarik wisata di Kabupaten Subang, khususnya di kawasan Ciater. Saat berkunjung ke Ciater, Minggu 15 November 2020, pria yang biasa disapa Kang Emil itu mengajak investor untuk mengembangkan kawasan Ciater.

    "Yang khas dari daerah Jawa Barat itu adalah air terjun," kata Ridwan Kamil. "Saya sudah menghitung, ada sekitar 400-an air terjun se-Jawa Barat. Dan di Ciater ini dua air terjun."

    Di Ciater, kata Ridwan Kamil, juga terdapat pemandian air panas, produksi hasil bumi berupa buah nanas, hamparan kebun teh, dan perbukitan hijau yang menyegarkan pandangan. Dari semua potensi ini, menurut Kang Emil, bisa dikelola menjadi sport tourism yang memacu adrenalin.

    "Jika berbentuk perbukitan, bisa diimajinasikan untuk spot-spot yang membutuhkan ketinggian, seperti paralayang, seluncuran, dan lainnya," ujar Ridwan Kamil. Namun sebelum itu, harus ada yang membangun fasilitas memadai.

    Peserta melintasi hutan hujan tropis saat mengikuti lomba lari lintas alam Wanadri Trail Run di Ciater, Kabupaten Bandung, Ahad, 21 Juli 2019. TEMPO/Rully Kesuma.

    Ridwan Kamil menyatakan telah membangun komunikasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar perusahaan negara mau berkontribusi di sektor pariwisata daerah. Di kawasan Ciater misalkan, ada perkebunan teh milik PTPN VIII dan hutan yang dikelola Perhutani. Ada pula kebun milik PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI.

    "Semua aset negara yang punya kekuatan pemandangan alam yang indah dapat dikerjasamakan tanpa mengubah fungsi lahan, yaitu melalui ekowisata," kata Ridwan Kamil. "Masyarakat juga senang karena perekonomian berjalan."

    Dalam mengembangkan kawasan Ciater, Ridwan Kamil melanjutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menawarkan proyek Ciater Agrotourism dalam ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2020 pada 16 - 19 November 2020. WJIS 2020 merupakan forum temu investor yang mencakup berbagai proyek investasi di Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.