Tahun Depan, Semua Museum di Yogyakarta akan Sajikan Tur Virtual

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali). TEMPO/Arif Wibowo

    Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali). TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, JakartaBadan Musyawarah Museum (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong seluruh museum melakukan penyesuaian di masa pandemi Covid-19 dengan menyajikan koleksi secara virtual sehingga masyarakat tetap dapat mengakses secara jarak jauh.

    "Semoga tahun 2021 semua museum telah melaksanakan virtualisasi museum," kata Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis, 5 November 2020.

    Ada 38 museum di DIY yang diharapkan dapat menyesuaikan diri di era transformasi informasi 4.0 dengan menyajikan koleksi secara virtual reality, augmented reality serta video profil museum. "Tentu dengan tetap menjunjung tinggi etika dan nilai budaya Yogyakarta," kata Bambang.

    Ia pun berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memosisikan peran penting museum sebagai wahana edukasi sejarah serta penelitian.

    Melalui sarana digital, menurut Bambang, masyarakat luas dapat mengikuti tour virtuality museum dengan menyesuaikan minat atau pilihan masing-masing untuk mengakses museum dengan koleksi dengan tema seni, budaya, pendidikan maupun sejarah perjuangan.

    Menurut Bambang, Tim Kajian Pengembangan Virtual Museum di DIY yang dibentuk Barahmus DIY dan difasilitasi Disbud DIY akan menyelesaikan kajiannya hingga akhir November 2020.

    Hingga Oktober 2020, tercatat 22 dari 38 museum di daerah ini telah kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebanyak 22 museum itu tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Sleman. Di antaranya adalah Museum Monumen Jogja Kembali, Museum Gumuk Pasir, Museum Gunung Merapi serta Museum Keraton Yogyakarta.

    Namun, kata Bambang, hingga saat ini jumlah pengunjung museum belum pulih signifikan. Hal ini mengingat para pelajar yang biasa mendominasi kunjungan di museum masih melaksanakan kegiatan belajar secara daring. "Sehingga otomatis kegiatan wajib kunjung museum dari sekolah-sekolah di Yogyakarta belum kembali digelar," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.