Mengajak Cintai Puspa dan Satwa Langka di Gunung Halimun Lewat Pameran Foto

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Owa jawa bernama Maral anak pasangan owa Jowi-Cuplis di kandang habituasi sebelum dilepas ke Gunung Malabar, Kamis, 21 Februari 2019. (Dok. ISTIMEWA)

    Owa jawa bernama Maral anak pasangan owa Jowi-Cuplis di kandang habituasi sebelum dilepas ke Gunung Malabar, Kamis, 21 Februari 2019. (Dok. ISTIMEWA)

    TEMPO.CO, JakartaBalai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menyelenggarakan pameran foto 50 karya fotografi puspa dan satwa langka, di Graha Samida, Komplek Kebun Raya Bogor, Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2020.

    Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir mengatakan pameran foto itu merupakan gagasan bersama antara TNGHS dengan LSM lingkungan dan fotografer pencinta lingkungan untuk memperingati HCPSN 2020.

    "Misinya adalah ingin mensosialisasikan cinta puspa dan satwa kepada masyarakat luas agar terus menjaga kepedulian dan kecintaannya terhadap puspa dan satwa yang habitatnya berada di lingkungan," kata Munawir, Sabtu, 7 November 2020.

    Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain sejumlah komunitas fotografi dan organisasi seperti Yayasan IAR Indonesia, Yayasan Riza Marlon Indonesia, Bogor Nature and Wildlife Photography (BNWP), Kukangku, Gibbonesia, Yayasan KIARA serta Sahabat Halimun Salak (Sahala).

    Munawir menjelaskan, dari 50 foto puspa dan satwa yang dipamerkan, ada beberapa satwa langka yang sudah sulit dijumpai, terutama katak merah (Leptophryne cruentata). "Katak merah ini dalam lima tahun terakhir sudah sulit dijumpai," kata dia.

    Foto satwa langka lainnya yang dipamerkan adalah owa jawa (Hylobates moloch) dan elang jawa (Nisaetus bartelsi). "Satwa-satwa langka itu masih ditemukan di hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Artinya hutan di TNGHS masih terawat dengan baik," kata Munawir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Staf Khusus Edhy Prabowo yang Terjerat Korupsi

    Dua Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi simpul utama dalam kasus dugaan korupsi.