Ratusan Wisatawan ke Jawa Barat Reaktif Covid-19, Mayoritas dari Luar Provinsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan melintasi air saat menuju Curug Nangka di di kawasan Ciapus, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2020. Pada libur panjang cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad, wisatawan memadati kawasan Curug Nangka, Daun dan Kawung. TEMPO/Fajar Janurta

    Sejumlah wisatawan melintasi air saat menuju Curug Nangka di di kawasan Ciapus, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2020. Pada libur panjang cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad, wisatawan memadati kawasan Curug Nangka, Daun dan Kawung. TEMPO/Fajar Janurta

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama masa libur panjang pekan lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan tes cepat Covid-19 terhadap 14 ribu wisatawan yang datang ke berbagai destinasi wisata di wilayah itu. Hasilnya, ada 408 wisatawan yang reaktif Covid-19.

    "Sepanjang libur panjang pekan kemarin, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pengetesan Covid-19 di sejumlah destinasi wisata. Dari sekitar 14 ribu pengetesan, hasilnya ada 408 wisatawan reaktif berdasarkan rapid test," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung, Senin, 2 November 2020.

    Dari hasil tersebut, Ridwan mengatakan pihaknya langsung melakukan swab test atau tes usap terhadap para wisatawan tersebut. Namun hasilnya belum diketahui.

    "Asumsi terburuk, sebanyak itu yang positif Covid-19. Namun, dari pengalaman tidak 100 persen yang positif," kata Ridwan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan beberapa destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan saat libur panjang pekan lalu adalah kawasan Puncak, Bogor, Pantai Pangandaran, Sukabumi dan Cianjur. 

    Menurut dia, mayoritas 408 wisatawan yang reaktif tersebut merupakan warga dari luar Provinsi Jabar. "Daerah Jakarta (mayoritas) sudah pasti, ya, karena memang paling banyak terutama di daerah Puncak kemarin," kata Berli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.