Ulun Danu Beratan Bali, Tempat Ngopi Asyik di Tepi Danau

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati suasana Danau Beratan dari coffee shop di dalam destiasi wisata Ulun Danu, dekat Pura Ulun Danu Beratan Bedugul, Bali. TEMPO | Made Argawa

    Pengunjung menikmati suasana Danau Beratan dari coffee shop di dalam destiasi wisata Ulun Danu, dekat Pura Ulun Danu Beratan Bedugul, Bali. TEMPO | Made Argawa

    TEMPO.CO, Denpasar - Bagi yang berkunjung ke Ulun Danu Beratan, Bali, kini bisa menikmati suasana baru, yakni ngopi di pinggir Danau Beratan. Pengelola telah menyiapkan sebuah coffee shop bernama Ulun Danu yang langsung menghadap ke danau.

    Selain menyuguhkan pemandangan Danau Beratan, pengunjung bisa menikmati hijaunya perbukitan yang menjadi latar danau yang airnya dimanfaatkan hingga ke Kabupaten Badung itu. "Tempatnya bagus. Pemandangannya menyejukkan mata," kata seorang pengunjung Ulun Danu Beratan, Sunarko Senin, 2 November 2020.

    Pria asal Denpasar ini mengatakan keberadaan kedai kopi itu membuat pengunjung semakin nyaman menikmati suasana di Ulun Danu Beratan. "Jadi betah berlama-lama di sini," ucapnya. Selama ini, pengunjung yang datang ke destinasi wisata yang terkenal dengan pura di tengah danau tersebut umumnya hanya berfoto.

    Pemandangan Pura Ulun Danu di Danau Beratan, Bedugul, Bali, 14 Desember 2016. TEMPO/Fajar Januarta

    Wisatawan lain, Zhafira asal Bandung, Jawa Barat, juga menyampaikan kesan senada. Menurut dia, tempat nongkrong di pinggir danau yang menyediakan kopi membuat liburan ke Ulun Danu Beratan kian seru. "Tempatnya bersih dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," ucapnya.

    Pengelola obyek wisata Ulun Danu Beratan, Made Sukarata mengatakan, kedai kopi di pinggir danau itu sebelumnya berada di sebelah selatan Restoran Ulun Danu. Lantaran sepi, restoran itu akhirnya dipindah ke sebelah utara Pura Ulun Danu.

    "Sejak pindah, jumlah pengunjung bertambah," kata Sukarata. "Selama libur cuti bersama kemarin, sekitar 60 orang datang dan ngopi di sini dalam sehari."

    Selain menyediakan kopi, kedai yang baru buka pada Sabtu, 31 Oktober 2020 ini menyediakan penganan tradisional Bali seperti jajan laklak dan pukis. Jika sudah merasa cukup minum kopi, pengunjung dapat memesan jenis minuman lain, seperti cocktail, jus, minuman ringan, sampai minuman beralkohol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Pelaku Teror Kekerasan di Desa Lembantongoa

    Aksi teror kembali terjadi di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat, 27 November 2020.