Viral Wisatawan Lompat ke Laut Gunungkidul, Tim SAR Ingatkan Soal Rip Current

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti upacara bendera peringatan kemerdekaan ke-71 RI di atas laut pantai Baron, Gunungkidul, DI Yogyakarta, 17 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Peserta mengikuti upacara bendera peringatan kemerdekaan ke-71 RI di atas laut pantai Baron, Gunungkidul, DI Yogyakarta, 17 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Video aksi dua pemuda yang diduga wisatawan menceburkan diri ke Laut Selatan dengan cara melompat dari tebing di pantai Ngandong,Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta beredar luas di media sosial pada Jumat, 30 Oktober 2020.

    Untunglah dalam peristiwa itu, dua wisatawan yang disinyalir berasal dari Jawa Tengah itu selamat setelah susah payah berenang ke daratan dengan bantuan panduan tim search and rescue (SAR) Kesatuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Gunungkidul yang berpatroli.

    Petugas SAR menyesalkan aksi nekat wisatawan yang berpotensi membahayakan nyawa mereka itu. Sebab, gelombang di pantai selatan Jawa itu sedang ganas karena bertepatan dengan musim penghujan.

    Tak hanya itu, pantai-pantai di Gunungkidul itu, juga di sepanjang pesisir Yogya, hampir seluruhnya memiliki rip current atau dikenal sebagai arus pecah atau arus balik cepat.

    Rip current itu berpotensi menyeret wisatawan tersebut makin jauh dan hilang ke tengah laut jika tak bisa mengendalikannya. Rip current yang berupa arus air kuat ke arah laut itulah selama ini kerap menjadi sumber berbagai musibah di laut.

    “Hampir semua pantai Gunungkidul ada rip current ini. Seperti Pantai Drini, Pulang Sawal, Ngandong, juga Sangleh,” ujar Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto saat dikonfirmasi Jumat.

    Setiap masa liburan, petugas tak henti memberi peringatan kepada para wisatawan di pantai, baik lewat pengeras suara maupun papan pengumuman yang berisi keterangan agar tidak nekat berenang. Selain itu, tak jarang petugas langsung menegur melalui peluit jika ada wisatawan nekat berenang terlalu ke tengah.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah melansir potensi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Yogyakarta pada 30 Oktober 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.