Libur Panjang, Lansia Disarankan Tidak Diajak ke Tempat Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berkunjung ke Candi Jolotundo, di Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Antaranews

    Wisatawan berkunjung ke Candi Jolotundo, di Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Antaranews

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa libur panjang seperti sekarang ini kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur bersama keluarga.

    Namun di tengah pandemi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar para wisatawan memerhatikan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

    "Sebab, hari libur dilanjutkan cuti bersama akhir pekan ini sangat rentan atau berpotensi terjadinya kesalahan dalam penerapan protokol kesehatan," kata Khofifah, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Khofifah pun mengimbau agar warga yang lanjut usia atau yang memiliki penyakit bawaan untuk tidak bepergian. "Yang lanjut usia dan ada penyakit bawaan (komorbid), tolong tetap di rumah saja," ujarnya.

    Masyarakat pun disarankan untuk memilih destinasi wisata di alam terbuka untuk meminimalisir kontak dengan orang lain. Jangan sampai usai liburan, kata Khofifah, angka positivity rate Jatim kembali melonjak.

    "Belajar dari pengalaman sebelumnya, libur panjang selalu berbuah lonjakan kasus, lantaran masih adanya perilaku warga yang mengabaikan protokol kesehatan saat bepergian ke tempat wisata memanfaatkan liburan," kata Khofifah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.