Libur Panjang, Destinasi Wisata di Cianjur Masih Sepi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memotret tunas bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Bunga langka ini mengalami 3 fase dalam siklus hidupnya, yaitu berdaun, berbunga, dan fase dorman (istirahat) selama empat tahun hingga mekar kembali. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Pengunjung memotret tunas bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Bunga langka ini mengalami 3 fase dalam siklus hidupnya, yaitu berdaun, berbunga, dan fase dorman (istirahat) selama empat tahun hingga mekar kembali. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan jumlah wisatawan di sejumlah destinasi wisata tidak benar-benar berlaku di Kabupaten Cianjur. Kebun Raya Cibodas dan sejumlah wisata air terjun di wilayah selatan Cianjur masih sepi wisatawan di masa libur panjang ini.

    General Menager Kebun Raya Cibodas, Teguh Dwiyanto mengatakan sejak hari pertama hingga hari kedua libur panjang kali ini, tingkat kunjungan ke tempat wisata bernuansa alam pegunungan dengan koleksi jutaan pohon berbagai ukuran tersebut, masih sepi dengan angka kunjungan kurang dari 1.000 orang. "Hingga sore hari kedua libur panjang, angka kunjungan layaknya hari biasa, belum terlihat lonjakan yang cukup besar," kata dia, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Namun ia memperkirakan jumlah wisatawan akan mulai naik pada akhir pekan ini.

    Kebun Raya Cibodas merupakan salah satu wisata alam yang kerap dikunjungi wisatawan kala libur panjang. Objek wisata ini telah menerapkan protokol kesehatan dengan cara memakai masker dan rajin mencuci tangan serta tidak berkerumun dengan rombongan lain.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kompepar Curug Citambur di Kecamatan Pasirkuda, Yuce. Memasuki hari kedua libur panjang, tingkat kunjungan belum terlihat melonjak.

    Hingga Kamis sore, jumlah wisatawan yang datang kurang dari 200 orang. "Harapan kami dua hari ke depan akan terjadi lonjakan. Kami menjamin kesehatan lingkungan di objek wisata Curug Citambur aman dari virus berbahaya karena setiap tamu yang datang mendapat pemeriksaan kesehatan dan dianjurkan mematuhi protokol kesehatan," kata Yuce.

    Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Cianjur, Yudi Ferdinan, mengatakan hingga hari kedua libur panjang, tingkat kunjungan belum terlihat meningkat ke sejumlah tempat wisata di Cianjur. "Kami terus menggenjot promosi terkait wilayah Cianjur yang masih aman untuk dikunjungi karena berbagai cara sudah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus berbahaya terutama di objek wisata dengan cara melakukan pemeriksaan dan melarang wisatawan untuk datang tanpa surat keterangan sehat," kata dia.

    Pemda telah menyiapkan tim kesehatan di masing-masing tempat wisata untuk menjamin kesehatan lingkungan dan memberikan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap pegawai, pengelola dan tamu yang datang ke pusat keramaian yang ada di Cianjur. Yudi berharap jumlah wisatawan di Cianjur dapat meningkat di sisa libur panjang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.