Rapid Test Acak Pengunjung Candi Borobudur, Ada yang Reaktif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Konservasi membersihkan bangunan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi pada Senin 22 Juni 2020. (ANTARA/Heru Suyitno)

    Petugas Balai Konservasi membersihkan bangunan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi pada Senin 22 Juni 2020. (ANTARA/Heru Suyitno)

    TEMPO.CO, JakartaDinas Kesehatan Kabupaten Magelang melakukan tes cepat terhadap para pengunjung Candi Borobudur pada libur panjang ini untuk mencegah penularan Covid-19.

    "Kami menindaklanjuti dari Provinsi Jateng melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada liburan panjang di lokasi wisata," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti di Magelang, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Rapid test atau tes cepat tersebut akan dilakukan sampai libur cuti bersama berakhir pada Ahad, 1 November mendatang. Pemeriksaan pengunjung dilakukan di Tourist Information Center (TIC) Borobudur dengan dukungan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang dan Kecamatan Borobudur serta mobil PCR dari Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

    Retno mengatakan jika ditemukan pengunjung yang hasilnya reaktif, maka Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada pengunjung yang bersangkutan untuk memastikan apakah dia terserang Covid-19.

    Sejauh ini, Retno mengatakan ada beberapa pengunjung yang menunjukkan indikasi tertular Covid-19. Petugas pun langsung mengambil sampel cairan dari saluran pernafasan mereka untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Retno mengatakan bahwa pemeriksaan acak menggunakan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi penularan Covid-19 ditargetkan mencakup sekitar 10 persen dari rata-rata jumlah pengunjung kompleks wisata Candi Borobudur sekitar 1.500 orang. Selain di Candi Borobudur, tes cepat dilakukan di Posko Terpadu di Terminal Muntilan dan Secang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?