Proyek Jurassic Park di Habitat Komodo, Apa Saja yang Dibangun?

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadal raksasa komodo di Taman Nasional Komodo. Dok. Kemenparekraf

    Kadal raksasa komodo di Taman Nasional Komodo. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Atas instruksi Presiden Joko Widodo, kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur akan dijadikan destinasi wisata kelas premium. Sejumlah proyek pembangunan penataan kawasan pun digarap, termasuk di pulau Rinca yang menjadi habitat komodo. Pemerintah menyebut akan hadir tempat wisata ala Jurassic Park.

    Proyek tersebut pun menjadi perhatian publik setelah sebuah foto yang memperlihatkan seekor komodo berhadapan dengan truk yang membawa tiang pancang menjadi viral.

    Pembangunan itu dituding dapat merusak habitat asli komodo, satwa endemik Indonesia yang dilindungi.
    Sebenarnya apa saja yang dibangun pemerintah di pulau Rinca. Berikut sejumlah informasi yang dikumpulkan Tempo terkait proyek Jurassic Park:

    - Rencana pembangunan infrastruktur Jurassic Park senilai Rp 69,9 miliar oleh pemerintah

    - Pemerintah akan melakukan peningkatan di dermaga Loh Buaya. Dermaga eksisting akan dibuat seluas 400 meter persegi, panjang 100 meter dan lebar 4 meter

    - Bangunan pengaman pantai sekaligus jalan setapak untuk akses masuk dan keluar kawasan sepanjang 100 meter

    - Elevated Deck setinggi dua meter yang berfungsi sebagai akses penghubung dermaga, pusat informasi, penginapan ranger, guide dan peneliti seluas 3.055 meter persegi

    - Bangunan pusat informasi terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house, dan kafetaria 3.895 meter persegi

    - Penginapan untuk para ranger, pemandu wisata, dan peneliti seluas 1.510 meter persegi, dilengkapi pos istirahat dan pos jaga masing-masing seluas 318 meter persegi dan 126 meter persegi

    - Pemasangan pipa 550 meter dan reservoir seluas 144 meter persegi untuk infrastruktur sistem pengelolaan air minum

    - PT Segara Komodo Lestari memperoleh izin usaha penyediaan sarana wisata alam. Sarana wisata dalam izin tersebut dapat mencakup wisata tirta, sarana transportasi, sarana wisata petualangan, sarana akomodasi, sarana olahraga minat khusus dengan jangka waktu 55 tahun.

    Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    Adapun saat ini, Balai Taman Nasional Komodo menutup sementara kawasan pulau Rinca sampai 31 Juni 2021. Penutupan disebut untuk proses percepatan penataan dan pembangunan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    ROBBY IRFANY | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.