Kendaraan ke Puncak akan Dibatasi Saat Libur Panjang, Begini Kata Bupati Bogor

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan keluar dari kendaraannya menunggu kemacetan reda akibat buka tutup jalan Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Ahad, 16 Agustus 2020. Sejumlah wisatawan memilih menghabiskan libur panjang akhir pekan dengan berlibur di tengah pandemi. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Sejumlah wisatawan keluar dari kendaraannya menunggu kemacetan reda akibat buka tutup jalan Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Ahad, 16 Agustus 2020. Sejumlah wisatawan memilih menghabiskan libur panjang akhir pekan dengan berlibur di tengah pandemi. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor selalu menjadi destinasi wisata favorit bagi warga ibu kota dan sekitarnya untuk menghabiskan libur panjang. Kala libur cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad akhir bulan ini, kawasan itu juga diprediksi akan dipadati wisatawan.

    "Tujuannya (ke Puncak) juga harus jelas, jangan juga sampai tidak jelas. Insya Allah akan kita putar balik," kata Ade Yasin, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Menurut Ade, cara itu terbilang efektif untuk mencegah kepadatan di jalur penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur tersebut, sehingga jumlah pengunjung di masing-masing tempat wisata dapat terkendali sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

    Ade Yasin mengatakan bahwa hampir setiap libur panjang, jalur Puncak dipadati oleh kendaraan berplat nomor luar Bogor, terutama plat B. Ia khawatir, kedatangan para wisatawan dari luar daerah secara tak terkendali akan meningkatkan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, yang sejauh ini statusnya masih zona oranye.

    "Kebanyakan yang masuk ke Puncak itu plat B, mungkin mereka juga ingin menghirup udara segar, tapi jangan justru menimbulkan penularan dengan cara berkerumun," kata Ade Yasin.

    Selain akan mengendalikan volume kendaraan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan razia penggunaan masker di tempat-tempat wisata sesuai Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/450/Kpts/Per-UU/2020 tentang pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB pra-AKB). "Semuanya harus ngerem, tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga harus benar-benar membantu, untuk tidak lagi terjadi klaster dan penularan pasien positif Covid-19," kata Ade Yasin.

     
    Momen libur panjang jatuh pada 28 Oktober sampai 1 November mendatang. Libur panjang itu bertepatan dengan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad dan libur akhir pekan.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.