Bogor akan Diserbu Wisatawan Saat Cuti Bersama, Ingat Kapasitas Tempat Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana antrean kendaraan menuju kawasan wisata Puncak di masa pandemi, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad, 26 Juli 2020. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Suasana antrean kendaraan menuju kawasan wisata Puncak di masa pandemi, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad, 26 Juli 2020. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Bogor selalu menjadi salah satu kota bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan. Kota hujan pun diprediksi akan kedatangan banyak wisatawan pada masa libur cuti bersama 2020 nanti.

    Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut baik kunjungan wisatawan dari daerah lain tapi akan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, terutama pada lokasi yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan seperti tempat wisata, taman, hotel, restoran, dan lainnya di Kota Bogor.

    Penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut adalah wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer serta menjaga jarak fisik minimal satu meter.

    Bima pun mengingatkan pengelola tempat wisata untuk menyediakan fasilitas protokol kesehatan seperti menyiapkan petugas yang melakukan pengukuran temperatur tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menyiapkan hand sanitizer serta membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.

    Pihaknya juga akan melakukan pengawasan dibantu TNI dan Polri. "Saya minta yang terkait pada pengawasan dan pelayanan selama libur panjang, tidak ada yang ke luar kota. Tetap berada di Kota Bogor. Pelayanan publik harus tetap berjalan baik," kata Bima.

    Petugas juga harus memastikan wisatawan yang berkunjung ke lokasi-lokasi wisata di Kota Bogor maksimal hanya 50 persen.

    Libur panjang akhir Oktober ini merupakan cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad sekaligus libur akhir pekan. Pemerintah memperkirakan akan ada pergerakan wisatawan ke sejumlah tempat wisata. Karena itu, pengawasan protokol kesehatan akan ditegakkan demi meminimalisir penularan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.