Staycation: Pilihan Liburan Aman dan Murah Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerapan protokol kesehatan di beberapa kawasan wisata di Kabupaten Bintan. TEMPO/Yogi Eka

    Penerapan protokol kesehatan di beberapa kawasan wisata di Kabupaten Bintan. TEMPO/Yogi Eka

    TEMPO.CO, Batam - Staycation kini menjadi salah satu pilihan liburan aman kala pandemi melanda. Wisatawan tak perlu pergi jauh ke luar kota, tapi cukup pergi ke hotel terdekat dan menikmati fasilitas yang ada di sana.

    Staycation pun bisa menjadi pilihan liburan yang murah, dibandingkan pergi ke luar kota atau ke luar kota. Seperti di Kepulauan Riau, masyarakat yang memilih liburan ala staycation mulai meningkat.

    Biasanya mereka bisa ke Malaysia atau Singapura yang aksesnya dekat, namun sejak pandemi, akses dibatasi. Akhirnya masyarakat mau tak mau mencari alternatif liburan lain seperti staycation.

    Marjoly Resort Bintan bisa menjadi salah satu pilihan. Resort ini memiliki paket murah, hanya Rp 55 ribu perorang permalam. Tentu harga itu bukan menginap di kamar resort, tetapi tamu disediakan tenda kemah di pantai. Di dalam tenda sudah tersedia kasur, bantal dan selimut. Cocok untuk mereka yang menginginkan wisata outdoor.

    Sebelum datang, tamu harus memesan paket terlebih dulu agar pengelola bisa menyiapkan tenda di tepi pantai. Tamu pun akan dicek suhu tubuhnya dulu dan mencuci tangan sebelum masuk ke area resort. Di beberapa sudut resort juga terdapat hand sanitizer yang disediakan pengelola agar tamu bisa sering membersihkan tangan.

    Di kawasan pantai Marjoly Resort terdapat beberapa wahana permainan, tetapi sejak pandemi wahana itu tidak digunakan. Namun tak usah khawatir, tamu bisa menikmati hiburan lain seperti fasilitas WiFi, spa dan karaoke. Tak perlu membayar lagi untuk karaoke atau sekadar berfoto dengan spot-spot foto yang ada di sini.

    Rati, salah seorang petugas resort mengatakan sejak pandemi, kunjungan resort tersebut sepi, bahkan sempat tutup beberapa waktu lalu. Salah satu cara mendatangkan pengunjung di tengah pandemi adalah dengan melakukan promosi. "Seperti paket tenda Rp 55 ribu tersebut," kata dia awal September lalu.

    Meski murah, Rati mengatakan resort ini tetap menjaga protokol kesehatan demi keamanan tamu dan pegawai. "Misalnya tenda, setelah dipakai kita langsung cuci dan bersihkan menggunakan disinfektan, dan lainnya," kata dia. Hal yang sama juga berlaku untuk kamar hotel.

    Buat Anda yang ingin menginap di kamar, resort ini juga menyediakan harga promo. Harga kamar yang semula Rp 600 ribuan, kini didiskon dengan harga Rp 300 ribu sampai 400 ribu permalam. Dengan harga itu, tamu sudah bisa bermalam di kamar yang nyaman dengan pemandangan laut yang indah.

    Salah seorang tamu, Afriadi mengatakan staycation menjadi pilihan liburan karena akses ke luar negeri seperti Singapura masih ditutup meskipun sudah new normal. Biasanya pria satu anak ini menjadikan negara tetangga Singapura sebagai tempat liburan rutinnya. "Saya memilih di sini karena juga murah, apalagi kondisi ekonomi sekarang tidak menentu," kata dia.

    Penerapan protokol kesehatan di beberapa kawasan wisata di Kabupaten Bintan. TEMPO/Yogi Eka

    Afriadi hanya menghabiskan sekitar Rp 150 ribu untuk menginap satu malam, termasuk biaya transportasi hingga makan. "Yang penting bisa melihat pantai, dan sunrisenya," kata pria yang bekerja sebagai buruh swasta itu. 

    Tamu lainnya, Dilla, mengatakan staycation adalah cara dirinya melepas penat bekerja di salah satu ritel di Tanjungpinang. "Kemarin bingung mau kemana kan, karena corona, eh kawan-kawan nyaranin ke sini," kata dia.

    Seperti Marjoly Resort, beberapa hotel dan resort lain juga menawarkan promo untuk staycation. Seiring makin trennya staycation, pengelola hotel dan resort melihat peluang untuk menaikkan jumlah tamu.

    General Manager Banyan Tree Hotels & Resorts Bintan, Kepulauan Riau, Alpha Eldiansyah mengatakan tamu resort miliknya sebelumnya lebih banyak didominasi oleh wisatawan asing. Tapi akibat pandemi, tamu yang datang kebanyakan adalah wisatawan domestik. Rata-rata adalah mereka yang ingin staycation.

    "Setelah mancanegara tutup, ternyata domestik ada peluang dan bisa diharapkan," kata dia. Alpha pun memberikan promo untuk makin menarik minat tamu sehingga di akhir pekan tingkat keterisian kamar bisa sampai 70 persen. 

    Hal serupa disampaikan oleh Group General Manager PT Bintan Resort Cakrawala Abdul Wahab. Menurut dia, staycation adalah salah satu paket promo yang dipilih untuk mendapat pengunjung. "Staycation inilah yang sedang kami promosikan pada Juli, wisatawan domestik diharapkan bisa datang, karena pintu masuk wisatawan luar negeri belum dibuka," ujarnya.

    Pada akhir pekan, kenaikan okupansi kamar, baik resort maupun hotel bisa mencapai 30 persen. "Meskipun pada hari-hari biasa masih angka lima persen," kata Wahab.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan Wan Rudy Iskandar mengatakan, sejak September kunjungan wisatawan lokal terus meningkat ditandai dengan meningkatnya pesanan pada resort-resort di Bintan, "Kami mencatat sejak awal bulan ini (September) kunjungan resort di Bintan naik 30 persen," ujarnya, Selasa, 8 September 2020.

    Karena itu, saat ini pegiat pariwisata fokus menggarap wisatawan domestik. "Tentu, kami terus meminta resor menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal, baik mewajibkan pengunjung jaga jarak, menggunakan masker, serta tidak datang dengan rombongan yang mencapai puluhan orang," kata Rudy.

    Pada akhir pekan, resort-resort di Bintan mulai penuh meskipun hari-hari biasa masih sepi. Geliat pariwisata itu membuat resort yang tutup saat pandemi kini mulai dibuka kembali. "Wisnus (wisatawan nusantara) yang datang ke resort kebanyakan orang sekitaran Provinsi Kepri, seperti Batam, Tanjungpinang, dan lainnya," kata Rudy.

    Catatan: Tulisan ini adalah hasil Program Fellowship AJI 2020


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.