Segera Hadir, Masuk Dunia Game di Super Nintendo World Universal Studios Jepang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karakter game Super Mario dipajang di Nintendo Tokyo, toko resmi pertama Nintendo yang berada di pusat perbelanjaan Shibuya Parco, Jepang. Foto: Antaranews

    Karakter game Super Mario dipajang di Nintendo Tokyo, toko resmi pertama Nintendo yang berada di pusat perbelanjaan Shibuya Parco, Jepang. Foto: Antaranews

    TEMPO.CO, Jakarta - Wahana bertema Nintendo akan dibuka di Universal Studios Jepang di Osaka pada musim semi 2021. Super Nintendo World, nama wahana itu, bakal menjadi atraksi hiburan pertama dunia yang dibuat berdasarkan game.

    Salah satu game yang akan diadopsi di wahana itu adalah Mario Bros.

    "Awalnya akan dibuka bersamaan dengan Olimpiade Tokyo dan pertandingan Paralimpiade musim panas ini, tetapi ditunda demi mencegah penyebaran virus corona," kata NBC Universal dari Comcast Corp, seperti dikutip dari Kyodo News.

    Para pengunjung akan bisa menelusuri bangunan yang muncul dalam game Nintendo, seperti Kastil Bowser dan musuh Mario serta merasakan permainan yang terinspirasi dari game Mario Kart.

    Kafe dan toko bertema Mario sudah dibuka di Universal Studios Jepang pada 16 Oktober sebelum pembukaan besar-besaran area Nintendo itu. Pengunjung bisa mencicipi makanan yang dibuat berdasarkan game Nintendo. Toko-tokonya akan menjual pernak-pernik original Nintendo.

    Selain Mario Bros, Super Nintendo World akan diisi oleh banyak karakter ikonis dari video game Nintendo, seperti Pokemon, The Legend of Zelda dan Animal Crossing.

    Universal Studios Jepang dikenal memiliki sejumlah wahana eksklusif dan berbeda dari negara-negara lainnya, termasuk The Wizarding World of Harry Potter hingga Attack on Titan atau Shingeki no Kyojin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.