Cuti Bersama Oktober 2020, Ini Pesan Jokowi, Tito dan Doni Monardo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon pemudik dengan berbagai tujuan memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. Puncak arus mudik tersebut berdasarkan cuti bersama Lebaran 2018 yang ditetapkan pemerintah, yaitu jatuh pada Senin, 11 Juni mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah calon pemudik dengan berbagai tujuan memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. Puncak arus mudik tersebut berdasarkan cuti bersama Lebaran 2018 yang ditetapkan pemerintah, yaitu jatuh pada Senin, 11 Juni mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menetapkan hari cuti bersama Oktober 2020 pada 28 dan 30 Oktober mendatang. Ketetapan cuti itu membuat ada libur panjang selama lima hari hingga 1 November 2020.

    Pada momen libur panjang Agustus lalu , pemerintah mencatat ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19. Maka, pada momen libur kali ini, pemerintah tak ingin kecolongan lagi dan melakukan sejumlah antisipasi.

    Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan Covid-19 saat libur panjang nanti. “Kita memiliki pengalaman kemarin, libur panjang 1,5 bulan lalu (akhir Agustus 2020), mungkin setelah itu terjadi kenaikan (kasus Covid-19) yang agak tinggi,” kata dia, Senin, 19 Oktober 2020.

    Jokowi mengingatkan agar lonjakan kenaikan kasus Covid-19 saat musim libur panjang di akhir Agustus lalu jangan sampai terulang. “Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19,” kata dia.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau agar warga yang berada di zona merah tidak pergi berlibur atau ke luar kota. “Yang pertama bagi yang di daerahnya merah, daerahnya rawan penularan, kalau memang bisa tidak pulang dan tidak berlibur lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing," ujarnya.

    Namun bagi mereka yang tetap memilih untuk ke luar kota, Tito meminta mereka melakukan tes PCR. Tes tersebut untuk memastikan mereka bebas Covid-19 sehingga tak menyebabkan penularan meluas.

    Tito juga meminta masyarakat yang berlibur untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. "Tolong juga protokol kesehatan, pasang masker, jaga jarak, cuci tangan, ini betul-betul harus diterapkan. Kerawanan mungkin akan terjadi di tempat-tempat wisata, karena itu, tempat-tempat wisata ini harus betul-betul dibicarakan oleh kepala daerah, dengan forkompimda, pengelola tempat wisata akan tidak terjadi kerumunan masif," ujarnya.

    Imbauan serupa juga disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Ia menyarankan agar masyarakat menghabiskan waktu liburannya dengan aman dan nyaman tanpa kerumunan.

    “Artinya harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Hari libur sebelumnya sejumlah lokasi wisata menjadi ramai,” kata Doni Monardo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO 7 Tips Mengajar di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi akibat wabah virus corona memaksa siswa berdiam di rumah. Mendikbud Nadiem Makarim memiliki 7 tips mengajar di masa pandemi Covid-19.