Objek Wisata Gunung Kidul Mulai Dibuka, Pemda Waspadai Klaster Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan memadati Pantai Kukup, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, di awal Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Wisatawan memadati Pantai Kukup, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, di awal Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan wisata di sejumlah objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul mulai menggeliat. Pemerintah setempat sedang melakukan uji coba pembukaan objek wisata di tengah pandemi.

    "Saat ini kunjungan wisatawan mulai berangsur pulih meski tidak bisa seperti sebelum ada Covid-19, tapi setidaknya sedikit menggerakan roda perekonomian masyarakat di Gunung Kidul," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukomono, Senin, 19 Oktober 2020.

    Meski jumlah pengunjung belum banyak, Hary mengatakan pihaknya tetap melakukan imbauan kepada wisatawan agar mematuhi protokol kesehatan untuk mengantisipasi munculnya klaster wisata. Sebab, selama uji coba ini masih ada masyarakat yang tak mematuhi protokol.

    "Memang ada yang belum tertib dan ini menjadi catatan kami. Kami berharap semua elemen baik warga lokal maupun pengunjung ikut berpartisipasi dalam menjalankan protokol kesehatan di kawasan wisata,” kata Hary.

    Sementara itu, Direktur Utama Badan Otoritas Borobudur Indah Juanita mengatakan di masa pandemi, pelaksanaan uji coba pembukaan wisata diatur dengan aturan yang ketat. Salah satunya harus mematuhi protokol kesehatan dan adanya pembatasan jumlah pengunjung di setiap destinasi.

    Indah mengatakan pembatasan jumlah pengunjung dilakukan untuk memberikan ruang kepada wisatawan sehingga tidak ada kerumunan dan bisa jaga jarak. "Kami berharap pembatasan jumlah kunjungan bisa dipatuhi pengelola agar pelaksanaan wisata bisa berjalan dengan aman lancar serta juga sehat jauh dari ancaman penyebaran virus," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.