Alami Depresi Akibat Pandemi, Coba Ikut Wisata Virtual

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balkon tempat favorit foto dengan latar menara di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Wisata Virtual KA Wisata dan Blibli

    Balkon tempat favorit foto dengan latar menara di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Wisata Virtual KA Wisata dan Blibli

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog Tifauzia Tyassuma mengatakan saat ini masyarakat tengah mengalami depresi global akibat pandemi Covid-19. Kondisi itu tak baik bagi mental seseorang. Ia pun menyebut bahwa leisure atau berwisata bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk melepas penat.

    "Wisata bisa menjadi cara agar mental kita bugar kembali," kata Tifauzia dalam acara Ngobrol Tempo, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Namun kondisi pandemi tentu membuat orang tak bisa bebas bepergian. Tifauzia pun menyebut wisata virtual bisa menjadi pilihan bagi masyarakat.

    Meski tak secara langsung, menurut Tifauzia, hal tersebut bisa tetap menjadi upaya menyegarkan kembali pikiran. "Jadi oleh otak seakan-seakan kita sedang lakukan betulan," kata dia.

    Pendiri Outing.id Irwan Thamri mengatakan tren wisata virtual cukup diminati di masa pandemi. "Karena saat ini kita tak mungkin memobilisasi orang banyak untuk wisata," kata dia.

    Sejak pandemi berawal, ia dan timnya sudah cukup banyak melayani banyak pelanggan yang ingin plesiran secara online. Pelanggannya mulai dari kelompok perorangan, sekolah hingga perusahaan.

    Meski secara virtual, kata Irwan, pihaknya tetap mengupayakan agar para pelanggan tetap bisa merasakan pengalaman berwisata secara langsung. "Karena konsepnya wisata itu kita mendapat what to see, what to do dan what to buy," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.