Kedai Kopi Indonesia Hadir di Jerman, Incar Wisatawan Domestik dan Asing

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • My Bali Coffee, kedai kopi Indonesia pertama di Jerman. kemlu.go.id

    My Bali Coffee, kedai kopi Indonesia pertama di Jerman. kemlu.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Nikmatnya kopi asli Indonesia kini bisa sampai dirasakan di Jerman. My Bali Coffee, sebuah kedai kopi di kota tua Altstadt, Nürnberg siap menyajikan beragam jenis kopi khas nusantara.

    My Bali Coffee digagas oleh sang pemilik, Sascha Bayu Handoyo, laki-laki berdarah Indonesia-Jerman. Ia menggunakan jaringan bisnis keluarganya untuk mendatangkan produk kopi dari Indonesia ke Jerman.

    Kedai My Bali Coffee menjual beberapa produknya yang didatangkan langsung dari Indonesia, diantaranya Tiger (Kopi Gayo Aceh), Mandheling, Balistar (Kopi Bali), Luwak, Lintong dan Robusta.

    Selain itu, kedai tersebut menjual beberapa produk seperti Espresso, Café Crema dan Café Vino, serta pernak-pernik aksesori dan kerajinan tangan dari rotan Bali.

    Dalam sambutan peresmian My Bali Coffee, Konsul Jenderal RI Frankfurt Acep Somantri mengapresiasi Sascha Bayu Handoyo beserta seluruh tim yang berkontribusi memasarkan produk Indonesia ke Jerman. Ia juga memuji langkah Sascha yang memilih membuka kedai di Nürnberg.

    Kota itu, kata Acep, merupakan salah satu kota tujuan utama wisatawan domestik dan mancanegara. Sehingga diharapkan kedai ini bisa ramai dan lebih banyak yang mengenal produk Indonesia.

    Peresmian juga dihadiri perwakilan dari Pemerintah Kota Nürnberg, organisasi integrasi budaya Nürnberg, awak media, perwakilan dari KBRI Berlin, Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Hamburg, Atase Pertanian dan Atase Perindustrian KBRI Brussels. Acara peresmian berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 50 orang dan dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Bali yang mengajak para penonton hadir untuk menari bersama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.