Naik Kereta Jarak Jauh Saat Pandemi, Ini Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjalan di dekat rangkaian Kereta Api (KA) Serayu di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020. Untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I Jakarta kembali mengoperasikan kereta api jarak jauh Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas berjalan di dekat rangkaian Kereta Api (KA) Serayu di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020. Untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I Jakarta kembali mengoperasikan kereta api jarak jauh Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi pandemi Covid-19 membuat masyarakat tak bisa bebas berpergian seperti sebelumnya. Ada sejumlah hal yang harus dipatuhi agar wabah virus itu tidak meluas penularannya. Pun ketika berpergian menggunakan kereta jarak jauh, misalnya untuk urusan bisnis ke luar kota atau kunjungan wisata.

    PT KAI tetap mengoperasikan kereta-kereta dengan sejumlah penyesuaian seperti jumlah penumpang maksimal 70 persen dari kapasitas angkut.

    Berikut beberapa hal lain yang harus diperhatikan:

    - Wajib menerapkan 3M

    Seperti yang terus digalakkan pemerintah untuk menekan angka penularan, aturan 3M menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan masyarakat. Adapun 3M itu adalah memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

    Penumpang juga wajib melaksanakan 3M dengan memakai masker ketika berada di area stasiun dan peron lalu ditambah memakai pelindung wajah (face shield) yang tidak boleh dilepas selama perjalanan kereta.

    Tak perlu khawatir, karena KAI juga sudah menyediakan fasilitas untuk penerapan 3M itu. Tempat mencuci tangan disediakan di titik-titik strategis yang berada di masing-masing stasiun kereta api. Area yang sering disentuh seperti eskalator juga secara berkala disterilisasi dengan disinfektan.

    - Pengecekan suhu tubuh

    Sebelum masuk ke area stasiun, penumpang akan dicek suhu tubuhnya. Jika di atas 37,5 derajat Celcius, penumpang tak diizinkan masuk dan naik kereta. Hal yang sama juga berlaku bagi petugas di stasiun.

    Pengecekan suhu juga akan dilakukan secara berkala selama perjalanan kereta. Jika dalam pemeriksaan suhu berkala itu ada penumpang yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat Celcius maka akan ditempatkan di ruang isolasi yang berada di dalam kereta api. Selanjutnya orang tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas kesehatan.

    - Membawa surat hasil rapid test atau swab test

    Surat ini penting dibawa untuk memastikan penumpang yang akan melakukan perjalanan bebas dari Covid-19. Surat tersebut harus yang masih berlaku 14  hari setelah diterbitkan.

    Jika ada penumpang yang belum sempat tes sebelumnya, KAI menyediakan fasilitas rapid test di sejumlah stasiun besar. Harganya Rp 85 ribu perorang.

    Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti Rapid Tes Covid-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. Pelayanan Rapid Tes tersebut dilaksanakan setiap hari nya dari jam 7 pagi hingga 7 malam. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jika hasil tes menunjukkan reaktif, maka penumpang bersangkutan tak diizinkan melakukan perjalanan. KAI pun akan mengembalikan penuh uang tiket yang sudah dibeli.

    Jadi, bagi Anda yang akan melakukan tes di stasiun, sebaiknya mengatur waktu keberangkatan agar tidak ketinggalan kereta.

    - Imbauan lain

    Penumpang disarankan untuk menggunakan pakaian tangan panjang saat naik kereta. Sebisa mungkin penumpang juga disarankan tidak banyak berbicara selama perjalanan.

    Selama perjalanan, petugas akan terus memantau penerapan protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan bersama.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.