Desa Wisata di Bali Ini Mengangkat Tema Unik, Wisata Garam

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petani memanen garam di Paccelangan, Jeneponto, Sulsel, 29 September 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah petani memanen garam di Paccelangan, Jeneponto, Sulsel, 29 September 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap desa wisata memiliki karakter yang berbeda sesuai dengan keunikan di daerah tersebut. Ada desa wisata yang menyuguhkan tamasya bercocok tanam, desa wisata dengan pertunjukan kesenian, desa wisata yang mengusung keindahan alam, dan sebagainya.

    Di Bali, ada desa yang akan menghadirkan wisata garam. Desa Kusamba namanya, terletak di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Desa ini berdekatan dengan Terminal Terintegrasi Manggis. Rencananya, PT Pertamina akan membuat program uyah tradisional di Desa Kusamba. Uyah yang artinya garam, adalah komoditas utama Desa Kusamba.

    Unit Manager Communication, Relations and Corporate Social Responsibility Marketing Operation Region V yang meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PT Pertamina (Persero), Rustam Aji mengatakan, jumlah petani garam di desa itu sekitar seratus orang. Ada pula di antaranya yang meninggalkan mata pencaharian tersebut karena beralih ke sektor pariwisata yang menyerap banyak tenaga kerja.

    Aktivitas masyarakat di Desa Kusamba, Klungkung, Bali. ANTARA/Nyoman Budhiana

    "Desa Kusamba merupakan desa dengan jumlah petani garam terbanyak," kata Rustam Aji dalam keterangan tertulis, Jumat 26 September 2020. Para petani bergantung pada kondisi cuaca sebagai faktor penentu keberhasilan panen.

    Dari kondisi di Desa Kusamba itu, maka Program Uyah Tradisional Kusamba dapat memberi peluang bagi potensi pariwisata di desa ini. "Program ini bertujuan menjadikan Desa Kusamba menjadi destinasi wisata alternatif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani garam," ucap Rustam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.