Kemenparekraf Sosialisasikan CHSE untuk MICE, Agar Tak Jadi Klaster Baru

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan konferensi dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan saat pembukaan acara, penampil seni mengenakan face shield. Dok. Kemenparekraf

    Kegiatan konferensi dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan saat pembukaan acara, penampil seni mengenakan face shield. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri pariwisata yang paling terpukul saat pandemi Covid-19 adalah sektor Meeting, Invention, Convention, and Exhibition (MICE). Jangankan perhelatan MICE internasional, kegiatan di dalam negeri masih terbatas.

    Kegiatan MICE yang selalu lekat dengan turis bisnis, mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menghelat sosialisasi protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability (CHSE) pada sektor MICE.

    Sasarannya adalah sembilan destinasi MICE antara lain Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Lombok, Banten (mewakili Jakarta), Semarang, dan Batam. Rangkaian kegiatan akan dimulai dari 24 September hingga 9 Oktober 2020.

    Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan, Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menjelaskan dalam menghadapi tatanan kenormalan baru, khususnya pada sektor MICE, Kemenparekraf bersama dengan Biro Pameran dan Konvensi Indonesia (INACEB) telah menyusun rancangan panduan CHSE pada penyelenggaraan kegiatan MICE.

    "Panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan MICE di Indonesia," ujar Rizki.

    Pihaknya menggelar sosialisasi CHSE, yang menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan (SOP) kegiatan MICE dengan aturan teknis spesifik. SOP tersebut disesuaikan dengan panduan yang telah dibuat oleh asosiasi dan industri MICE, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

    Lebih lanjut, Rizki menyebut sosialisasi bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai isi panduan kepada stakeholders MICE. Dengan demikian panduan dapat dijalankan dengan sesuai pada saat pelaksanaan kegiatan MICE.

    “Pelaksanaan CHSE pada kegiatan MICE pada masa normal baru, diharapkan tidak menjadi kluster baru penyebaran COVID-19 karena telah menerapkan protokol kesehatandengan ketat,” jelas Rizki.

    Rizki berharap melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi panduan CHSE ini, stakeholders MICE dapat memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan protokol kesehatan. Sehingga wisatawan yang akan melaksanakan kegiatan MICE di Indonesia dapat merasa aman dan nyaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.