Pandemi Corona, 100.000 Restoran Tutup di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi restoran. REUTERS

    Ilustrasi restoran. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam bulan setelah wabah virus corona (Covid-19), 100.000 restoran di Amerika Serikat tutup. Sebab, industri restoran berada dalam ketakpastian. Menurut survei terbaru yang diluncurkan National Restaurant Association, 1 dari 6 restoran -- mewakili hampir 100.000 jumlahnya -- tutup permanen maupun jangka panjang.

    "Untuk industri yang dibangun di atas layanan, enam bulan terakhir telah menantang pemahaman inti bisnis kami. Keberlanjutan kami selama ini bergantung pada kreativitas dan kewirausahaan pemilik, operator, dan karyawan," kata Pimpinan Eksekutif (CEO) National Restaurant Association, Tom Bené, dikutip dari Travel and Leisure.

    Ia menambahkan, secara keseluruhan para pemilik dan operator waralaba restoran rugi setiap bulan. "Mereka terus berjuang melayani komunitas dan mendukung karyawan," ujarnya.

    Menurut survei, dampak selama enam bulan wabah corona, bahwa sebagian besar restoran masih berjuang untuk bertahan. Tetapi sampai pada Agustus, belanja konsumen di restoran tetap jauh di bawah tingkat normal. Keseluruhan penjualan turun rata-rata 34 persen.

    Adapun 60 persen operator mengatakan total biaya operasional restoran lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Rata-rata, operator restoran mengatakan tingkat staf mereka saat ini hanya 71 persen dari situasi biasanya sebelum pandemi. Belakangan survei konsumen, 56 persen orang dewasa mengatakan, mereka mengetahui restoran di komunitas yang tutup permanen selama pandemi.

    Survei tersebut juga menemukan bahwa 40 persen operator berpendapat bahwa kecil kemungkinan restoran mereka akan tetap beroperasi enam bulan dari sekarang, dikutip dari Nation's Restaurant News (NRN). Hal itu jika tak ada bantuan tambahan dari pemerintah.

    Beberapa bangunan di Midtown Manhattan terlihat diterangi dengan warna biru sebagai bagian dari kampanye "Light It Blue" untuk menghormati tenaga medis yang tengah menjadi garda terdepan dalam menangani wabah Corona di New York City, AS, 10 April 2020. REUTERS/Eduardo Munoz

    “Survei ini mengingatkan kita, bahwa pemilik independen dan waralaba kecil tidak punya waktu di pihak mereka,” kata Sean Kennedy, Executive Vice President of Public Affairs for the National Restaurant Association. Ia menambahkan, dalam keadaan pandemi membuat para pemilik restoran sulit berencana untuk pekan depan, apalagi tahun depan.

    TRAVEL AND LEISURE | NATIONS'S RESTAURANT NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.