Road to Jazz Gunung Series, Cara Musisi Jazz Galang Dana Cegah Covid-19

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik Tropical Transit tampil pada pagelaran Jazz Gunung di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 27 Juli 2018. Jazz Gunung Bromo tahun ini digelar selama tiga hari, dari Jumat, 27 Juli 2018 hingga Ahad, 29 Juli 2018.  ANTARA/Zabur Karuru

    Grup musik Tropical Transit tampil pada pagelaran Jazz Gunung di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 27 Juli 2018. Jazz Gunung Bromo tahun ini digelar selama tiga hari, dari Jumat, 27 Juli 2018 hingga Ahad, 29 Juli 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Para penikmat jazz dapat kabar bagus, mereka masih bisa menikmati konser meskipun dalam suasana pandemi. Gerakan Pakai Masker (GPM) menggandeng Jazz Gunung Indonesia dan Konser 7 Ruang bakal menggelar konser virtual “Road to Jazz Gunung Series.”

    Acara ini merupakan konser kemanusiaan, untuk menggalang dana. Hasilnya akan digunakan untuk kampanye cara memakai masker yang benar, serta diberikan kepada pelaku seni yang terkena dampak pandemi.

    Konser virtual ini rencananya dihelat pada Jumat, 25 September 2020 pada pukul 20.00 melalui channel Youtube @jazzgunung dan @dssmusic. Tampil dalam konser virtual ini musisi jazz papan atas, antara lain Andien, Syaharani, Bintang Indrianto dan Audiensi Band. Rencananya, juga dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Ketua Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono, Pendiri BenihBaik.com Andi F Noya dan seniman Butet Kartaredjasa.

    Konser virtual ini diharapkan dapat memberikan spirit kepada para musisi dan pelaku industri kreatif secara umum untuk tetap berkarya. Acara ini juga jadi upaya untuk mendenyutkan kembali nadi sektor pariwisata. Sekaligus mengedukasi dan mensosialisasikan pemakaian masker yang baik dan benar bersama Gerakan Pakai Masker (GPM).

    Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono menyampaikan, situasi pandemi saat ini tentunya sangat berpengaruh dalam kehidupan semua insan di dunia, tak terkecuali musisi. Tetapi sebagai public figure, musisi dapat menggerakan masyarakat untuk tetap pakai masker dalam kehidupan sehari-hari. Terbukti pemakaian masker yang benar dapat melindungi penyebaran covid-19 sampai dengan 75 persen.

    "Apalagi kalau diikuti dengan disiplin jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, penyebaran virus dapat dicegah sampai 90 persen," kata Sigit.

    Menurutnya musisi adalah sosok yang memiliki ruang di hati masyakarat, sehingga dapat turut mengedukasi masyakarat untuk disiplin mengenakan masker, sebagai bagian dari tatanan kehidupan era baru.

    Jazz Gunung merupakan penyelenggara pergelaran musik jazz bertaraf internasional di alam terbuka di Indonesia seperti Bromo, Ijen, Burangrang dan Danau Toba. Sejak tahun 2009, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun.

    Tetapi adanya pandemi ini menyebabkan beberapa pergelaran Jazz Gunung 2020 ditunda dan Jazz Gunung Bromo 2020 diundur ke tanggal 5 Desember 2020. Adanya konser virtual ini setidaknya dapat mengobati kerinduan para penikmat Jazz Gunung.

    Grup musik Jungle by Night asal Belanda tampil pada pagelaran Jazz Gunung 2018 di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 27 Juli 2018. Festival musik Jazz ini dilaksanakan di alam terbuka. ANTARA/Zabur Karuru

    Sementara Konser 7 Ruang merupakan digital platform yang dipelopori oleh Donny Hardono, pemilik studio DSS Musik. Diberi nama Konser 7 Ruang, karena ada 7 ruangan terpisah untuk masing-masing musisi. Mulai dari ruang gitar, piano, bass, keyboard, vokal, drum, hingga ruang mixing. Jadi prinsip protokol jaga jarak sangat dipatuhi dalam pementasan ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.