Bali dan Lombok Jadi Tempat Revitalisasi Bumi untuk Wisata di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis, 9 Juli 2020. Sejumlah destinasi pariwisata di Pulau Dewata sempat ditutup selama lebih dari tiga bulan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/Fikri Yusuf

    Wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis, 9 Juli 2020. Sejumlah destinasi pariwisata di Pulau Dewata sempat ditutup selama lebih dari tiga bulan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memilih Bali dan Lombok sebagai tempat penerapan program Revitalisasi Bumi untuk memulihkan kondisi pariwisata di masa pandemi Covid-19.

    Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan dan Event, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani mengatakan pemilihan Pulau Lombok dan Bali sebagai lokasi program Revitalisasi Bumi karena masuk dalam destinasi pariwisata prioritas di Indonesia.

    "Pemerintah mendorong dan berupaya agar gerakan menjaga lingkungan serta gerakan bersih-bersih melalui program Revitalisasi Bumi bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan," kata Rizki Handayani dalam pertemuan daring yang diikuti Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah pada Sabtu, 19 September 2020.

    Pandemi Covid-19 membuat semua aktivitas di pariwisata terhenti. Kegiatan di destinasi wisata sampai sektor penunjangnya, seperti hotel, restoran, dan agen perjalanan, terganggu bahkan ada yang sampai tutup. Salah satu solusi untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan menjamin kebersihan di destinasi wisata.

    Pemandangan pantai yang terlihat dari Bukit Merese, Lombok Tengah, NTB, 4 Agustus 2019. Bukit ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk melihat indahnya sunrise serta sunset. TEMPO/Fajar Januarta

    "Kita semua harus mengedepankan standar kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup atau Clean, Healty, Safety, Environment (CHSE) untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah pandemi Covid-19," kata Rizki Handayani. "Terlebih indeks kebersihan masyarakat Indonesia terbilang sangat rendah, yakni pada peringkat 100 dunia."

    Pemerintah berharap program Revitalisasi Bumi di Bali dan Lombok dapat menumbuhkan keyakinan wisatawan akan destinasi wisata yang aman dan nyaman, sekaligus menaikkan rangking kebersihan hingga level tengah dunia. "Sebab itu, membersihkan lingkungan di kawasan wisata harusmen jadi gerakan kita bersama," kata Rizki. Contoh sederhana, sekurangnya di destinasi wisata tersedia tempat mencuci tangan.

    Kepala Dinas Pariwisata NTB, Faozal mengatakan di Nusa Tenggara Barat terdapat empat zona yang telah menerapkan Clean, Healty, Safety, Environment atau CHSE. Empat zona itu adalah kawasan Tiga Gili dan Senggigi di Lombok Utara dan Lombok Bara;, Gunung Rinjani dan sekitarnya di Lombok Timur; KEK Mandalika di Lombok Tengah; dan Kota Mataram. "Pemerintah NTB dan pelaku usaha pariwisata di sini menyambut dan siap melaksanakan standar CHSE," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.