Kasus Covid-19 Soto Lamongan Yogyakarta Rampung, Boleh Jualan Lagi Asal...

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi soto. shutterstock.com

    Ilustrasi soto. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan bahwa penelusuran kasus penularan Covid-19 di sentra kuliner Soto Lamongan Yogyakarta, dinyatakan selesai pada Senin, 14 September 2020.

    Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, seluruh kontak erat kasus soto Lamongan itu sudah seluruhnya menjalani tes swab. Dengan total positif terakhir 25 orang, sejak penelusuran digencarkan akhir Agustus 2020 lalu.

    "Saat ini kasus soto Lamongan sudah selesai tracing dan swab-nya dengan tetap pemantauan pencegahan penularan. Jadi tinggal menunggu kesembuhan semua yang positif," ujar Heroe, Senin, 14 September 2020.

    Hanya saja, ujar Heroe, dari 25 orang yang positif dari klaster soto Lamongan yang berdekatan dengan wahana wisata XT Square itu, satu kontak erat sudah meninggal dunia.

    "Pada Minggu malam kemarin (13 September), satu kontak erat yang merupakan tetangga penjual Soto Lamongan yang sebelumnya ikut dinyatakan positif Covid-19, meninggal dunia," ujar Heroe.

    Heru mengatakan tetangga penjaja soto Lamongan itu berumur 60 tahun. Almarhum bergejala batuk dan panas. Malah sempat menjalani rawat inap di rumah sakit. Ia dinyatakan positif tanggal 4 September dan meninggal dunia pada 13 September 2020 dengan status positif Covid-19.

    Kabar baiknya, Heroe menambahkan, dengan selesainya tracing dan swab kontak erat Soto Lamongan, warung yang setiap harinya mampu mengolah 5 kg daging atau minimal menjual 100 porsi soto itu, tetap dimungkinkan beroperasi kembali, "Masih ada kemungkinan warung itu buka kembali," ujar Heroe.

    Namun, untuk dibuka kembali, kedai soto Lamongan harus bisa menjalankan protokol kesehatan lebih ketat. Baik dari penyediaan sarana kesehatan sampai pembatasan kunjungan. 

    Kedai Soto Lamongan yang ditutup Pemkot Yogyakarta karena temuan infeksi Covid-19, melalui kedai tersebut. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Selain itu, ujar Heroe, sebelum warung itu beroperasi kembali, harus menunggu dulu seluruh kasus Covid-19 terkait kasus Soto Lamongan itu selesai alias sembuh. Khususnya dari pihak pedagang dan kerabat serta karyawannya, yang saat ini masih isolasi mandiri.

    "Kemungkinan warung itu bisa buka kembali juga harus menunggu hasil review ulang kondisinya, oleh pihak gugus tugas tingkat kecamatan," ujar Heroe.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.