Mengintip Liburan Orang Superkaya, Bisa Habis Rp20-an Miliar dan Keterlaluan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tak satupun pohon yang ditebang saat pembangunan Hotel Capella Ubud, Bali. Foto: @capellaubud

    Tak satupun pohon yang ditebang saat pembangunan Hotel Capella Ubud, Bali. Foto: @capellaubud

    TEMPO.CO, Jakarta - Liburan orang superkaya, bisa sangat jadi supermahal pula. Lihatlah bila mereka kemping. Mereka menginap dalam glamping di tengah Sahara bagian utara, lalu mengundang koki selebritas. Biayanya bisa mencapai US$300.000 atau setara Rp4,5 miliar.

    Agen perjalanan mewah lainnya, memblok Kapel Sistine di Istana Kepausan Vatikan, untuk enam orang superkaya dari New York. Mereka berenam lalu menikmati karya seni Michelangelo - sebuah pengalaman yang menelan biaya sekitar US$75.000 setara Rp1,1 miliar.

    Remote Lands, agen perjalanan lainnya, membeli semua 12 kursi Kelas Utama - dengan harga sekitar US$20.000 per kursi - di Korean Air agar empat orang anggota keluarga bisa menikmati kabin kelas utama tanpa bertemu penumpang lain.

    Pada perjalanan lainnya, Black Tomato mengirim seorang sinematografer Hollywood, yang telah terlibat dalam pembuatan film seperti "Star Wars" dan "Interstellar", untuk merekam pelayaran sebuah keluarga dalam perjalanan enam minggu, melalui pulau-pulau di Indonesia. Secara total, kelompok tersebut menghabiskan sekitar US$665.000 atau sekitar Rp9,9 miliar.

    Dinukil dari CNN Travel, pelancong superkaya mampu bepergian ke mana saja dan melakukan apa saja, tetapi sering kali mengandalkan tim ahli perjalanan yang sangat terampil, adaptif, dan kreatif untuk mewujudkannya.

    "Satu-satunya alasan dari semua ini mungkin adalah bahwa kami memiliki jaringan pemecah masalah yang fantastis di seluruh dunia, yang mengenal kami dan jenis pengalaman yang ingin kami berikan," kata Tom Marchant, salah satu pendiri Black Tomato, kepada CNN Travel.

    Bisa Melampaui Batas
    Beberapa orang mungkin masuk ke suite hotel bintang lima, lalu menemukan sekeranjang buah atau mungkin sebotol anggur. Bagi orang kaya ceritanya bisa lain dan kadang keterlaluan. Alih-alih sebotol wine, mereka bisa menemukan trio penguin hidup, yang dipinjam dari kebun binatang hingga sore hari.

    Begitulah cara pendiri Element Lifestyle, Michael Albanese mengejutkan seorang klien, yang pacarnya terobsesi dengan penguin.

    "Ketika kami mengetahui bahwa pacarnya menyukai penguin, itu memicu sebuah ide. Bisakah kami menyewa hewan? Bisakah kami memasukkannya ke dalam hotel? Kami mulai menelepon dan semuanya berjalan dengan mudah," katanya kepada CNN Travel. "Ada total tiga penguin - satu agak pemarah dan berdiri di pojok. Tapi kesemuanya membuat akhir pekan jadi indah," imbuhnya.

    Gurun Sahara bisa menjadi destinasi impian orang-orang superkaya di tangan Element Lifestyle. sci-news.com

    Untuk urusan membuat kejutan di destinasi wisata, Albanese, menawarkan paket US$100.000-200.000 per perjalanan. Durasinya bisa mencapai dua pekan. Bahkan, Element Lifestyle bisa menciptakan liburan dengan skenario berburu harta karun di seluruh Eropa untuk keluarga maupun sekelompok kawan akrab. Lengkap dengan lagu yang langsung dibawakan oleh penyanyinya.

    Untuk makan malam di Gurun Sahara, yang dipandu oleh koki selebriti Eric Ripert, dari Le Bernardin, New York City, menurut Albanese, pihaknya harus berjuang terlebih dahulu meyakinkan sang chef.

    "Klien bertanya kepada kami tentang hal-hal yang tidak mungkin dan tidak tahu. Biasanya, permintaan ini berada di luar kebiasaan, ini menghadirkan masalah yang menarik dan unik untuk diselesaikan," kata Albanese. "Keinginan ini membutuhkan waktu, kesabaran dan keuletan,” imbuhnya.

    Dalam kasus Ripert, katanya, butuh lebih dari sembilan bulan untuk meyakinkan koki, yang jarang mengadakan acara pribadi semacam itu.

    "Ini bahkan bukan milestone atau ulang tahun atau apa pun. Hanya seorang istri klien sangat menyukai Eric Ripert, jadi ini adalah makan malam impian. Kami juga menyewa ahli wine dari French Laundry untuk menyarankan anggur untuk makan malam itu,” ujar Albanese. Dan makan malam eksklusif itu, berbiaya US$300.000.

    Personal dan Kreatif
    Black Tomato memiliki filosofi semakin personal dan kreatif itinerary, semakin baik. Mereka terapkan untuk orang superkaya asal Kanada, yang berhasrat berlibur ke “7 Keajaiban Dunia” versi dirinya.

    Black Tomato lalu berkreasi berdasarkan tujuh destinasi versi sang klien. Dimulai dengan menyelam di antara lempeng tektonik di Islandia, kemudian menyelam bersama hiu putih besar di Cape Town selama beberapa hari, ditemani oleh salah satu ahli biologi kelautan terkemuka dunia.

    Di India, sang kien menghabiskan waktu mengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah di daerah kumuh. Lalu melompat ke Beijing menikmati seluruh Kota Terlarang untuk dirinya sendiri. Perjalanan tersebut diakhiri dengan kunjungan yang berarti ke Hiroshima, Jepang.

    Ternyata, saat tumbuh dewasa, sang klien membaca sebuah buku, yang ditulis oleh penyintas dari serangan bom atom, yang sangat memengaruhi filosofi hidupnya. Black Tomato melacak sang penulis dan mengatur agar klien bisa makan malam dengan pahlawannya itu.

    "Pengalaman yang sangat pribadi yang sepenuhnya disesuaikan dengan klien inilah yang membuat perjalanan menjadi berkesan," tambah Marchant. 

    Pada perjalanan lain, Black Tomato harus membangun akomodasi mewah sementara di tengah Lembah Suci di Peru. Untuk mencapai perkemahan, klien naik kereta pribadi melalui lembah, dan Black Tomato mengejutkan mereka dengan pertunjukan kembang api di sepanjang jalan. Total biaya perjalanan hanya di bawah US$ 1,4 juta atau kira-kira Rp20,8 miliar.

    Taman Nasional Komodo pernah dijadikan itenary oleh Black Tomato. Dok. Kemenparekraf

    "Kami menempatkannya di bagian terpencil dunia yang tidak pernah memiliki akomodasi, jadi pada dasarnya Anda adalah orang pertama yang menginap di tempat itu. Matahari terbit atau terbenam yang Anda tonton dari tempat tidur? Tidak ada orang lain yang pergi untuk mendapatkan momen itu," ungkap Marchant.

    Dinukil dari situsnya, Black Tomato memastikan semua pelayanannya melibatkan mitra lokal yang terpercaya. Yang menjamin perjalanan aman, memuaskan, dan meyakinkan semua pihak. Hal ini sangat penting, pasalnya Black Tomato menawarkan pelesiran di area terpencil.

    CNN TRAVEL | BLACK TOMATO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.