Kiat Kepulauan Karimunjawa Mengatasi Sampah Plastik

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara sebuah resor dengan fasilitas kolam renang yang masih dalam tahap pembangunan di Pulau Tengah, Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara, Jawa Tengah, Senin, 29 Juli 2019. Warga yang tergabung di dalam Komunitas lingkungan Alam Karimun (Akar) berharap kepada Balai Taman Nasional Karimunjawa untuk meninjau ulang pembangunan penginapan di pulau tersebut karena dinilai menyalahi asas konservasi di kawasan konservasi kepulauan wisata bahari Karimun Jawa. ANTARA

    Foto udara sebuah resor dengan fasilitas kolam renang yang masih dalam tahap pembangunan di Pulau Tengah, Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara, Jawa Tengah, Senin, 29 Juli 2019. Warga yang tergabung di dalam Komunitas lingkungan Alam Karimun (Akar) berharap kepada Balai Taman Nasional Karimunjawa untuk meninjau ulang pembangunan penginapan di pulau tersebut karena dinilai menyalahi asas konservasi di kawasan konservasi kepulauan wisata bahari Karimun Jawa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencari spot indah wisata bahari tak harus ke pesisir selatan Jawa. Di Kabupaten Jepara, terdapat Kepulauan Karimunjawa, yang memiliki syarat pantai indah: berpasir putih, laut jernih berwarna toska dari kejauhan, dan nyiur melambai di pantai. 

    Kepulauan ini terdiri dari 27 gugus pulau dengan keunikan tersendiri. Semua pantainya berpasir putih yang membentang di sepanjang pesisir pantai. Luas teritorialnya lebih-kurang 107.225 hektare.

    Indah di permukaan, juga setara dengan pemandangan bawah lautnya. Kepulauan Karimunjawa memiliki terumbu karang dan biota laut yang yang kasat mata meskipun tak menyelam. Saat akhir pekan atau musim libur, Karimunjawa menjadi destinasi wisata bahari yang utama di Jawa Tengah. 

    Namun, Kepulauan Karimunjawa bukannya tanpa ancaman. Kerusakan terumbu karang dan sampah plastik mulai mengganggu kawasan tersebut. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan edukasi kepada masyarakat serta dorongan aksi dan gerakan-gerakan masyarakat, untuk peduli lingkungan dengan memilah sampah harus terus dilakukan.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Ganjar, Karimunjawa merupakan pulau-pulau kecil sehingga sangat rentan sekali. Jika pariwisatanya akan didorong maka diharapkan tidak terlalu masif dan harus ada kontrol. Terkait penanganan sampah, Ganjar sangat mengapresiasi bantuan PDU (pusat daur ulang) Karimunjawa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurutnya, bantuan itu bisa untuk mengawali pengelolaan yang lebih cerdas dan lebih peduli lingkungan. Hingga kemudian bisa ditularkan ke wilayah lain.

    Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan PDU Karimunjawa dapat menampung sampah sebanyak 10 ton per hari. Sampah-sampah yang terkumpul dan sudah dipilah-pilah nantinya akan dibawa ke daratan, yang kemudian dibeli pengusaha untuk didaur ulang. Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen KLHK untuk mencegah kebocoran sampah ke laut dan mengurangi sampah plastik sampai 75 persen.

    "Dengan PDU bisa mengurangi sampah di laut. Kami harap teman-teman KLHK yang turun ke sana (Karimunjawa) bisa memberikan edukasi untuk memilah sampah sedari rumah. Edukasi juga bahwa sampah bisa didaur ulang dan menghasilkan uang," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?