Sepeda Gunung Elektrik Ini, Bikin Pecinta Wisata Alam Hemat Tenaga

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeep eBike 2020 (Jeep/QuietKat)

    Jeep eBike 2020 (Jeep/QuietKat)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepeda gunung maupun sepeda downhill, biasanya hanya ditenagai otot. Masih jarang pabrikan yang menggabungkannya dengan motor listrik (e-bike). Jeep, brand otomotif itu akhirnya menawarkan e-bike bertenaga 1.500 watt, untuk merambah punggung bukit sekaligus menuruninya.

    Jeep telah mengikuti perkembangan e-bike selama beberapa tahun terakhir. Saat e-bike mulai populer di kalangan pecinta alam dan olahraga ekstrem, Jeep menawarkan sepeda gunungnya itu. Sebagaimana dinukil dari Elektrekpenjualan e-bike itu sangat menguntungkan perusahaan. 

    Saat e-bike digagas, Jeep menginginkan sebuah e-bike off-road yang kokoh untuk melengkapi kendaraan roda empat off-road merek tersebut. Ban yang dipilih adalah model gemuk, untuk meningkatkan stabilitas dan daya tanjak.

    Ban ini memang melelahkan bila ditenagai otot atau motor listrik 250 watt. Agar nyaman menanjak, Jeep membenamkan motor listrik mid-drive, 750 watt dan bisa dioptimalkan hingga tenaga 1.500 watt, yang dikenal sebagai Bafang Ultra.

    Dalam pengembangannya, Jeep tak sendiri. Perusahaan yang berkantor pusat di Amerika itu bekerja sama dengan perusahaan e-bike QuietKat. E-bike Jeep dijual seharga US$ 5.899 atau seharga Rp86,3 juta. 

    Dengan torsi 160 Nm (118 ft-lb), motor Bafang Ultra itu bekerja cepat melahap hampir semua jalur offroad. Untuk kenyamanan dan kestabilan, e-bike Jeep menggunakan suspensi RockShox premium. Sementara peranti keselamatan berupa rem cakram hidraulik 4 piston, dan tenaga disalurkan dalam transmisi 10 kecepatan. 

    Bagi pecinta wisata alam atau olahraga ekstrem, tentu Jeep tak asing lagi. Dengan e-bikebisa dipastikan banyak tenaga yang dihemat dan jangkauan pun menjadi lebih jauh. Dan lebih menantang tentunya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.