Penumpang Pesawat Ini Bisa Terbang Sambil Melayang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang pesawat G-Force merasakan pengalaman melayang-layang di dalam kabin pesawat. Foto: Laman Zero-G

    Penumpang pesawat G-Force merasakan pengalaman melayang-layang di dalam kabin pesawat. Foto: Laman Zero-G

    TEMPO.CO, Jakarta - Biasanya penumpang pesawat akan duduk manis di kursi masing-masing selama penerbangan berlangsung. Tapi penumpang pesawat ini justru akan melayang-layang di kabin pesawat selama perjalanan.

    Sebuah perusahaan di Amerika Serikat bernama Zero Gravity Corporation atau Zero-G menawarkan pengalaman berwisata nol gravitasi, tanpa meninggalkan Bumi. Penumpang bisa merasakan simulasi tanpa bobot melalui penerbangan dengan modifikasi pesawat Boeing 727. Pesawat ini berjudul G-Force.

    Saat naik ke dalam pesawat, penumpang tidak langsung merasakan efek anti-gravitasi di dalamnya. Pesawat G-Force akan terbang dulu hingga mencapai ketinggian tertentu. Dan mulai saat itulah petugas perlahan mengurangi tekanan gravitasi hingga para penumpang perlahan-lahan akan melayang selama sekitar 30 detik.

    Pesawat G-Force milik Zero Gravity Corporation atau Zero-G. Foto: Situs Zero-G

    "Kami telah mempertimbangkan cara yang paling aman untuk menawarkan pengalaman anti-gravitasi," kata Matt Gohd, Pimpinan Eksekutif atau CEO Zero-G seperti dikutip dari laman Travel and Leisure. Perusahaan ini sudah beroperasi sebelum pandemi Covid-19 merebak. Aktivitas mereka terhenti sejak Maret lalu dan akan kembali mengudara mulai 16 Agustus 2020 dari Long Beach, California.

    Sama seperti maskapai penerbangan pada umumnya, Zero-G menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 ditambah syarat bagi penumpang yang sudah mereka patok sebelumnya. Semua calon penumpang harus dalam keadaan sehat, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, dan wajib memakai masker.

    Calon penumpang pesawat yang ingin merasakan tubuhnya melayang seperti tak berbobot karena dalam kabin nol gravitasi harus menebus pengalaman itu seharga USD 6.700 atau sekitar Rp 98,7 juta. Tarif ini sudah termasuk sarapan, pelatihan, masker, dokumentasi foto dan video, serta cenderamata.

    TRAVEL AND LEISURE | SPACE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.