Ada Paket Wisata Gowes, Bersepeda Blusukan di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uji coba rute wisata bersepeda di perkampungan Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Uji coba rute wisata bersepeda di perkampungan Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Masyarakat kian menyukai aktivitas bersepeda di masa pandemi Covid-19. Pemerintah Kota Yogyakarta merespons tren itu dengan mengenalkan paket wisata bersepeda blusukan keliling Kota Gudeg tersebut.

    Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan sedang menguji coba sejumlah jalur sepeda bersama pengurus kampung. Dengan begitu, wisatawan pesepeda tidak hanya memadati jalan-jalan utama di kota, namun juga menikmati perjalanan ke perkampungan yang unik di Yogyakarta.

    Jalur sepeda wisata yang diuji coba antara lain wilayah kampung Terban, lalu Kampung Sagan, lanjut ke Kampung Iromejan. Dari kampung itu menyambung lagi ke Kampung Klitren, Embung Langensari kemudian masuk area bengkel Kereta Api Balai Yasa di Kecamatan Gondokusuman, Baciro.

    Uji coba rute wisata bersepeda di perkampungan Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Perjalanan berlanjut ke Taman Bakung, Pengok Kidul, Semaki Kulon, dan berakhir di area makam Wijaya Brata Kampung Tahunan. "Nanti jalan-jalan di perkampungan ini bisa menjadi rute alternatif para pesepeda," kata Heroe di Yogyakarta, Senin 10 Agustus 2020.

    Heroe menambahkan, tujuan pembuatan jalur untuk paket wisata gowes sekaligus mengajak wisatawan mengenal perkampungan di Kota Yogyakarta. "Wisatawan bisa menyaksikan atraksi dan wisata kuliner di kampung-kampung, atau jalan-jalan di pinggir sungai yang kini sudah tertata," ujarnya.

    Pantauan Tempo, sejak Juli 2020 mulai berdatangan rombongan wisatawan dari Jawa Tengah, seperti Kebumen, Magelang, Semarang, Purworejo, dan Cilacap. Mereka biasanya datang ke Yogyakarta pada akhir pekan dengan menggunakan bus-bus besar.

    Uji coba rute wisata bersepeda di perkampungan Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Bus-bus ini biasanya berhenti di Taman Parkir Senopati atau Abu Bakar Ali dekat Malioboro. Mereka tiba saat subuh, kemudian mengeluarkan sepeda dari bagasi bus dan mulai menggowes sepeda menembus jalanan Kota Yogyakarta. Kegiatan gowes biasanya berakhir pada siang hari dengan titik akhir Malioboro. Di situ, mereka beristirahat, berbelanda, atau sekadar jalan-jalan.

    Ketua Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan atau LPMK Kota Yogyakarta, Haryanto mengatakan jalur wisata sepeda yang sedang dipetakan ini terintegrasi dengan program Dodolan Kampung Yogya. In adalah kegiatan branding potensi kampung di Yogyakarta, sebagai nilai jual bagi wisatawan. "Setelah jalur wisata sepeda terbentuk, masyarakat bisa mengemas paket wisata yang bisa dilakukan di lingkungan mereka," kata Haryanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.