Pariwisata Mesir Makin Pede, Usai 100 Hari Tak Ada Turis Terinfeksi Covid-19

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Bandara Internasional Hurghada Mesir. Foto: @boeing_pilot_uk

    Suasana di Bandara Internasional Hurghada Mesir. Foto: @boeing_pilot_uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak 1 Juli, Mesir membuka langitnya untuk kedatangan wisatawan mancanegara. Sebelumnya sejak Mei, negeri itu membuka diri untuk wisatawan secara terbatas. Dalam 100 hari terkahir, Mesir tak menemukan kasus baru virus corona, akibat pelesiran para pelancong di pelosok negeri. 

    Sejak Juli, Mesir menyambut penerbangan dari berbagai negara seperti Ukraina, Belarus, Swiss dan Hongaria. Wisatawan menghabiskan liburan mereka di hotel-hotel, menjelajah peninggalan masa lalu Mesir dan berjemur di pantai.

    Tamer Makram, presiden Asosiasi Investor Sinai Selatan, mengatakan kepada Arab Newskelompok wisatawan telah kembali ke negara mereka tanpa mencatat infeksi apa pun.

    Makram mengatakan kebangkitan pariwisata baru-baru ini adalah tanda yang sehat, yang membuat Mesir makin percaya diri. Ia memperkirakan pemulihan pariwisata bakal lebih cepat. Pasalnya turis-turis Italia mulai berdatangan di Sharm El-Sheikh.

    Maha Al-Badini, yang bekerja di industri pariwisata, mengatakan kepada Arab News mengatakan tak adanya infeksi baru, merupakan hasil positif bagi Mesir dan meningkatkan reputasi Mesir sebagai destinasi wisata dunia.

    Dia mengatakan bahwa Mesir semakin populer sebagai tujuan wisata, terutama pada pasar Eropa. Para turis Ukraina diterima karena negeri itu berhasil keluar dari zona merah Covid-19. Sementara turis asal Yunani disambut dengan baik, karena adanya perjanjian bilateral antara Mesir dan Yunani untuk melanjutkan pariwisata.

    Al-Badini mengatakan, keberhasilan Mesir tersebut dipresentasikan kepada kepala negara-negara Uni Eropa di Kairo, dalam upaya untuk mengembalikan sepenuhnya pergerakan wisata sebelum akhir Agustus.

    Kementerian Pariwisata Mesir sedang dalam pembicaraan dengan negara-negara anggota Uni Eropa, untuk mencabut larangan perjalanan dari Eropa ke Mesir.

    Menteri Pariwisata Khaled Al-Anani mengatakan bahwa tingkat infeksi di Sinai Selatan, Laut Merah, dan Matrouh - tiga daerah yang menyambut pariwisata asing sebagai tahap pertama - lebih rendah daripada di beberapa negara Uni Eropa.

    Al-Anani mengatakan bahwa para duta besar yang telah diberitahu tentang keberhasilan Mesir, telah menekankan bahwa tidak ada halangan yang mencegah warga Uni Eropa untuk bepergian ke Mesir.

    Felucca perahu layar yang dipakai bangsa Mesir sejak zaman Firaun, kini difungsikan pula untuk wisata menyusuri Sungai Nil. Foto: @mastergezginci

    Utusan Eropa menyuarakan kepuasan mereka dengan tindakan pencegahan dan kontrol keselamatan, yang diadopsi oleh pemerintah Mesir ketika pariwisata dibuka kembali.

    Pemerintah Mesir telah mengizinkan hotel untuk beroperasi pada kapasitas 50 persen dari awal Agustus, di tengah perkiraan kerugian bulanan di sektor pariwisata total US$1 miliar. Bisnis hotel di Mesir juga menurun 32 persen dibanding tahun lalu, ketika pariwisata menghasilkan pendapatan US$14,5 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.