Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Norwegia Larang Kapal Pesiar Berlabuh

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar berbendera Norwegia Viking Sun melakukan lego jangkar di perairan Benoa, Bali, Sabtu, 7 Maret 2020. Kapal pesiar ini sejak Sabtu pagi telah memasuki wilayah perairan Benoa dan menunggu izin bersandar di Pelabuhan Benoa. ANTARA/Fikri Yusuf

    Kapal pesiar berbendera Norwegia Viking Sun melakukan lego jangkar di perairan Benoa, Bali, Sabtu, 7 Maret 2020. Kapal pesiar ini sejak Sabtu pagi telah memasuki wilayah perairan Benoa dan menunggu izin bersandar di Pelabuhan Benoa. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, JakartaNorwegia menutup pelabuhannya bagi kapal pesiar dengan lebih dari 100 penumpang. Hal itu dipicu oleh kasus baru Covid-19 di kapal pesiar milik perusahaan Hurtigruten. Dikutip dari Al JazeeraMenteri Kesehatan Norwegia, Bent Hoie, menginformasikan temuan kasus tersebut pada Senin, 3 Agustus 2020.

    Hoie mengatakan, Kementerian Kesehatan meminta maaf karena terjadi kesalahan prosedural. Hal itu memicu infeksi Covid-19 terhadap lima penumpang dan 36 anggota awak kapal.

    Kasus yang menimpa Kapal Pesiar MS Roald Amundsen menimbulkan pertanyaan baru, mengenai keselamatan pada semua kapal pesiar selama pandemi. Untuk diketahui, bisnis kapal pesiar digerus Covid-19 sejak Maret 2020.

    Hurtigruten adalah salah satu perusahaan pertama yang terus mengoperasikan kapal pesiarnya selama pandemi. Mereka memulai pelayaran dari Jerman utara menuju Norwegia, pada bulan Juni dengan satu kapal. Kemudian menambah operasional kapal pesiar pada bulan Juli, untuk rute ke kepulauan Arktik Svalbard -- yang terkenal dengan pemandangan beruang kutub.

    Menurut Hoie, terdapat kebijakan karantina bagi awak kapal dan penumpang selama 14 hari. Namun kebijakan tersebut tidak berlaku untuk lalu lintas feri reguler, baik domestik maupun internasional. Norwegia memiliki koneksi feri ke Jerman dan Denmark.

    Menurut Hoie, 41 orang dari Kapal Pesiar MS Roald Amundsen yang dites positif telah dirawat di Rumah Sakit Universitas Norwegia Utara di Tromsoe, di utara Lingkaran Arktik, tempat kapal berlabuh.

    Selain MS Roald Amundsen, Hurtigruten mengatakan mereka menangguhkan dua kapal lain - MS Fridtjof Nansen dan MS Spitsbergen - dari operasi untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

    "Evaluasi awal menunjukkan bahwa telah terjadi kegagalan dalam beberapa prosedur internal kami," kata CEO Hurtigruten, Daniel Skjeldam dalam sebuah pernyataan.

    Dia menambahkan kapal-kapal pesiar Hurtigruten yang berlayar di sepanjang pantai Norwegia antara Bergen di selatan dan Kirkenes, sedang menjalani proses peninjauan ulang semua prosedur protokol kesehatan.

    Mereka telah menghubungi penumpang yang telah menggunakan MS Roald Amundsen untuk perjalanan 17-24 Juli dan 25-31 Juli dari Bergen ke Svalbard. Kapal-kapal itu, memiliki 209 tamu pada perjalanan pertama dan 178 tamu saat perjalanan kedua. 

    Daya tarik wisata Norwegia, penangkapan ikan kod. Para wisatawan mengunjungi pantai-pantai Norwegia dengan kapal pesiar dan mendatangi kampung nelayan untuk menikmati masakan dari lidah ikan kod. Foto: Piola666/Getty Images

    Empat dari awak MS Roald Amundsen dirawat di rumah sakit pada hari Jumat, ketika kapal tiba di pelabuhan Tromsoe. Mereka didiagnosis terpapar Covid-19. Tes menunjukkan 32 dari 158 staf lainnya juga terinfeksi.

    Di antara awak yang terinfeksi, 32 berasal dari Filipina sementara sisanya dari kebangsaan Norwegia, Prancis, dan Jerman. Awak asing telah diuji untuk virus korona, sebelum meninggalkan negara asal mereka. Namun mereka tak dikarantina sebelum memulai bekerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.