Survei Agoda Tunjukkan Seperti Apa Tren Wisata Indonesia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan domestik menikmati pemandangan saat liburan Idul Adha 1441H dalam masa adaptasi kebiasaan baru di objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu, 1 Agustus 2020. Meski pemerintah Bali sudah membuka pariwisata untuk turis domestik pada Jumat lalu, namun objek wisata tersebut masih terlihat sepi pengunjung. TEMPO/Johannes P. Christo

    Wisatawan domestik menikmati pemandangan saat liburan Idul Adha 1441H dalam masa adaptasi kebiasaan baru di objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu, 1 Agustus 2020. Meski pemerintah Bali sudah membuka pariwisata untuk turis domestik pada Jumat lalu, namun objek wisata tersebut masih terlihat sepi pengunjung. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform perjalanan digital Agoda melakukan survei untuk mengetahui seperti apa tren wisata saat ini, khususnya untuk wisatawan Indonesia. Seperti diketahui, Bali sudah kembali membuka aktivitas pariwisata untuk wisatawan domestik mulai 31 Juli 2020. Sejumlah destinasi wisata lain di berbagai daerah juga sudah kembali beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan mengatakan survei ini menunjukkan keinginan masyarakat Indonesia untuk berwisata tidak menyusut. "Mereka masih bersemangat menjelajah untuk mencari ketenangan dan relaksasi, menikmati kuliner, hingga mengunjungi destinasi terkenal," kata Gede Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin 3 Agustus 2020.

    Survei Agoda Go Local Travel ini menggandeng Kantar Profiles Network yang dilakukan pada Juni 2020. Lebih dari 1.200 orang di delapan negara, yakni Australia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Korea Selatan, Arab Saudi, Vietnam, dan Amerika Serikat, yang mengikuti survei ini.

    Survei itu menunjukkan sebanyak 78 persen masyarakat Indonesia siap berwisata kembali, dengan lebih dari tiga perempatnya ingin mengunjungi dan lebih jauh menjelajah destinasi lokal. Artinya, delapan dari sepuluh wisatawan Indonesia sudah siap berwisata dan punya rencana berlibur.

    Sebanyak 76 persen responden siap menjelajah kepulauan Indonesia dalam setahun ke depan. Mereka berencana mengunjungi destinasi wisata lokal, dengan Bali sebagai tujuan utama. Disusul Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya, di urutan berikutnya. Adapun pantai adalah destinasi wisata yang paling banyak dipilih.

    Survei GoLocal Domestic Travel Agoda ini menunjukkan pergeseran tren, dari wisata luar negeri ke wisata domestik karena beberapa negara masih menutup perbatasannya. Secara keseluruhan, sebanyak 65 persen wisatawan ingin mengunjungi destinasi lokal dalam setahun ke depan. Dan wisatawan Vietnam, sebanyak 87 persen tercatat paling ingin bepergian, diikuti wisatawan Indonesia (76 persen), dan Amerika Serikat (74 persen).

    Survei ini juga menunjukkan 44 persen wisatawan Indonesia paling nyaman bepergian dengan durasi perjalanan paling lama tiga hingga empat jam. Hanya 6 persen responden yang bersedia bepergian dengan perjalanan lebih dari delapan jam. Mengemudi kendaraan pribadi menjadi transportasi pilihan bagi 24 persen wisatawan Indonesia, sementara naik pesawat tetap menjadi pilihan teratas, yakni 57 persen.

    Untuk menggairahkan kegiatan wisata, Agoda menggelar kompetisi fotografi Permata Kotaku Agoda yang mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kompetisi ini mengajak wisatawan berbagi foto yang menampilkan permata tersembunyi Indonesia di Instagram dengan tagar #Permatakotaku beserta alasan mengapa tempat ini harus dikunjungi.

    "Kompetisi ini bertujuan mendorong lebih banyak orang berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia," kata Gede Gunawan. "Objek yang difoto bukan hanya destinasi wisata, melainkan apa saja 'permata' atau 'harta karun' tersembunyi di sekitar kita yang mungkin tidak banyak diketahui orang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.