Wisata di Kaki Gunung Papandayan yang Cocok Buat Keluarga

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenda milik pengunjung di kawasan Pondok Saladah, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, 16 Agustus 2014. Menjelang hari kemerdekaan, kawasan wisata gunung Papandayan mengalami kelebihan kapasitas. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah tenda milik pengunjung di kawasan Pondok Saladah, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, 16 Agustus 2014. Menjelang hari kemerdekaan, kawasan wisata gunung Papandayan mengalami kelebihan kapasitas. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas wisata di pegunungan tak hanya untuk orang dewasa. Keluarga dengan anak usia delapan tahun juga dapat mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan di kaki gunung.

    Seperti di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdapat area berkemah di bagian bawah yang cocok sebagai tempat rekreasi keluarga. Di sini, wisatawan juga dapat menikmati matahari terbit, hutan mati, padang bunga edelweis, kolam enang air panas, menara pandang, dan kawah bekas letusan gunung api.

    Manager Operasional PT Alam Indah Lestari -pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Dedi Sitepu mengatakan wisata bertualang maupun berkemah di kaki Gunung Papandayan banyak diminati saat musim kemarau. "Sekitar bulan Agustus didominasi pendami," kata Dedi Sitepu di Papandayan, Garut, Minggu 2 Agustus 2020.

    Padang bunga edelweiss menjadi dayatarik pendaki di area Tegal Alun, gunung Papandayan. TEMPO/ Nita Dian

    Dedi Sitepu menjelaskan beberapa lokasi perkemahan di Gunung Papandayan. Ada Pondok Saladah dan Gober Hood yang kerap dituju pendaki profesional karena letaknya cukup jauh ke dalam. Ada pula bumi perkemahan untuk tempat berkemah keluarga yang lokasinya dekat dari area parkir.

    Untuk mencapai tempat perkemahan Pondok Saladan dan Gober Hood, para pendaki harus melwati perjalanan melintasi kawah dan hutan mati yang terbentuk karena faktor alam bekas letusan gunung. Di sana, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam, keindahan saat malam, dan melihat matahari terbit.

    Di masa new normal pandemi Covid-19, Taman Wisata Alam Gunung Papandayan kembali beroperasi pada awal Juni 2020. Setiap wisatawan wajib menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Wisatawan yang datang, menurut dia, berasal dari berbagai daerah di Garut, Bandung, dan Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.